Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kuliner’ Category

Undur-undur laut goreng adalah salah satu jajanan khas pantai Parangtritis. Satu bungkus isinya 10 ekor, bentuk binatangnya mirip kumbang tanduk. Rasanya mirip udang kering.

image

(lebih…)

Read Full Post »

Ini nostalgia saat saya masih SD. Saat itu kami tinggal di Jakarta. Setiap liburan kenaikan kelas, kami jalan-jalan “ke Jawa”. Orangtua saya biasa membawa kompor, beras dan bahan makanan yang mudah dimasak, seperti mie instan, abon, telur asin dsb. Saat makan siang, biasanya kami masih di perjalanan, sehingga biasanya mencari tempat teduh di pinggir jalan untuk makan siang bersama. Menggunakan alas tikar plastik. Piring melamin. Gelas melamin. Termos Dispenser. *ingat-ingat lagi*

Tiga puluh tahun kemudian, saya  melakukannya kembali. Luar biasa! Ini terjadi di kawasan Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah.

Nikmatnya luar biasaaa… :D *mangane tanduk terus*

image

image

Read Full Post »

Jagung Bakar “Paini”

Sekali waktu pernah ada yang mengajak makan jagung bakar “Paini” di Kudus. Saya enggan berangkat. Di pikiran saya, buat apa jauh-jauh ke kota Kudus untuk sekedar makan jagung bakar. Di Pati juga ada. Ternyata saya keliru!

Kemarin saya dibungkuskan jagung bakar tsb. Jagung bakar “Paini” bentuknya tidak berupa bonggol jagung, tapi sudah dipipil. Disajikan di piring, dengan pelengkap berupa bakwan jagung, aneka jenis sate, kerupuk dan kuah kecap encer. Rasanya pedas dan nikmat. Saya suka jagung ini! Biasanya kurang suka karena sering menyebabkan seliliden (nyangkut di gigi). Yang ini beda. Maknyus…. :D

image

Jagung bakar "Paini"

Read Full Post »

Sego Pincuk

Saya biasanya memesan menu “sego pincuk” saat mampir di Waroeng Dapoer Emak. Alasan utama karena isinya komplit, ada nasi, sayur, lauk dan sambal :) Harganya pun terjangkau, hanya 10 ribu rupiah. Wadahnya pun unik, menambah selera :D

image

Read Full Post »

Sate Tempe

Pas acara syukuran ulang tahun anak saya, kami mengundang sanak famili. Untuk suguhan, kami membuat beberapa jenis hidangan, salah satunya sate tempe. Tapi kami tidak bilang itu terbuat dari tempe, biar mereka yang mencoba untuk menebaknya :D Ternyata ada yang bilang seperti daging sapi :D

image

Read Full Post »

Walau tulisan ini agak terlambat disajikan, tapi tak apalah, karena masih relevan untuk dinikmati… *maksudnya?!?* :-)

Ceritanya, saat memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan silam, teman-teman mendadak dangdut bikin jadwal buka puasa bersama. Semula direncanakan bukber di SS (Special Sambal), tapi ternyata sudah fully booked hingga malam takbiran :-(  Cari alternatif lain. Untung, kita dapat satu tempat makan yang baru soft opening. Dan untungnya lagi *double untung* :-) , belum banyak orang yang tau tentang rumah makan ini. Jadi deh kita booking tempat di Omah Cabe. Dapet tempat!!

Ini dia foto-fotonya…

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Yang saya heran kok pake nama "Cabe" dan bukan "Lombok"

Cabenya tidak sedasyat namanya…

Sesaat setelah bedug maghrib

Sesaat setelah bedug maghrib… santaap!!!

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

 

Read Full Post »

Dari Cimory, kami mampir Umbul Sidomukti. Sudah lama pengen mampir ke Pondok Kopi-nya. Akhirnya kesampaian juga :mrgreen:

akhirnya...

akhirnya…

pondok kopi

pondok kopi

Kopi hitam dan pisang bakar. Asyik...

Kopi hitam dan pisang bakar. Asyik…

cimory59

cimory54

meja di luar asyik banget pemandangannya, tapi bila terik ya agak panas he he he...

meja di luar asyik banget pemandangannya, tapi bila terik ya agak panas he he he…

goa tirta mulya

goa tirta mulya (tutup)

jalan pulang

pulang

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.