Crash

Semalam habis turun hujan. Jalanan basah. Pagi-pagi nyepeda seperti biasa, lewat jalur biasa. Pas sampai di turunan, dengan kecepatan sepeda 32 kpj, tiba-tiba dua ekor kucing nyeberang jalan. Kucing muncul dari rerumputan. Salah satunya tertabrak ban sepeda saya. Akibatnya saya nyungsep di aspal. Crash! Posisi jatuhnya ke sebelah kanan.

Ditolongin bapak-bapak yang sedang jalan pagi. Bapak-bapak ini yang selalu saya sapa bila berpapasan dengannya.

Badan saya lecet sekujur tubuh … Maklum gesekan dengan aspal. Mulai dari bahu … Paha … Betis … Pergelangan kaki … Siku … Lengan … Dan kaki kiri lecet sedikit. Untungnya muka dan kepala aman. Ada perlindungan dari helm yang saya pakai. Rantai sepeda lepas … Untungnya tidak putus. Sepeda pun tidak lecet … Hanya hand grip tergores … Dan kaca spion patah!

Pesan moril: pakailah alat pelindung diri setiap kali bersepeda … Kita tidak pernah tahu kejadian yang akan menimpa kita di perjalanan.

Saya sekarang tidak pakai kaca spion. Hand grip pakai tanduk buat perlindungan juga apabila jatuh.

Advertisements

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s