Sepedaan Kamis Pagi

Tujuan utama sepedaan adalah membeli bubur ayam di pecinan. Seperti kemarin. Permintaan putri bungsu 😀

Di perjalanan, sadel saya tinggikan 1 cm. Karena belum.terbiasa atau memang ketinggian, saya merasa lebih nyaman dengan ketinggian sadel sebelumnya.

Setelah membeli bubur, saya.mampir ke alun-alun. Pengen betulin ketinggian sadel, sekalian foto selfie dengan latar belakang masjid agung.
Baru saja selesai mengencangkan klem sadel, dari arah belakang saya dengar ada suara laki-laki.

“Allahu akbar… hahaha”

Saya melihat ke sumber suara. Seorang pemuda hanya mengenakan celana dalam warna biru. Orang gila rupanya.

“Dari Jakarta Semarang mau melanjutkan perjalanan ya mas?”, tanya orang gila itu

“Ya”, jawab saya terpaksa.

“Minta rokoknya…”

“Saya tidak merokok”, jawab saya

“Minta uang aja”, kata orang gila

“Sepedaan gak bawa uang…”, jawab saya sekenanya.

“Sepedaan gak bawa uang. hahaha. Kayak orang jalan kaki. hahaha”, orang gila tertawa.

Buru-buru saya tinggalkan alun-alun. Gak jadi foto selfie. Kampret!

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s