Posted in Gowes, Kepo, Kongkow

Ngabuburide #9: Mini Bukber

Om Yogha ngajakin ngabuburide. Prinsipnya saya siap. Saya langsung balas bbm-nya. Tapi berhubung saya masih ngantar istri beli bumbu dapur di warung mbak Sri, acara ngabuburide saya janjikan start jam 16.30 wib.

Untung bisa pulang on time. Om Yogha bilang mau pakai baju santai. Saya yang awalnya mau pakai jersey sepeda, gak jadi pakai. Biar serasi, saya pakai kaos oblong biasa.

Jam 16.30 wib saya menuju ke tempat om Yogha. Saya gak tahu persis di mana rumah om Yogha. Saya nunggu di gang 3. Eh, om Yogha keluar gang 1, gak melihat saya yang berdiri di depan gang 3. Kita malah selisipan jalanπŸ˜› Buru-buru saja susul dengan sepeda kumbang urban *istilah dari mana nih?

Kami nyepeda berdua melalui dukuh Bletek di Plangitan. Tembus di pasar Pragolo Pati. Berhubung masih agak lama dari waktu bedug Maghrib, kita manfaatkan untuk foto di air mancur yang berwujud kran melayang. Jujur, saya lebih pede dan nyaman pakai jersey sepeda daripada kaos oblong. Pakai oblong kelihatan endudπŸ˜›

ngabuburide9_01Di sini saya sempat bertukar pasangan sepeda. Fakta yang saya dapatnya setelah mencicipi sepeda Premier 4 punya om Yogha:

  • Sepedanya jauh lebih ringan bobotnya dibanding sepeda saya. Mungkin sekitar 3-4 kg lebih ringan. Maklum, sepedanya minim asesoris. Ban sepedanya pun berbahan kevlar.
  • Walau ban sepedanya ber-knobby, tidak terasa berat digowes. Saya jadi penasaran, apa karena faktor crank hollowtech II membuat efek ringan saat digowes?
  • Sadel WTB Pure-V tidak senyaman kata teman-teman. Saya lebih cocok pakai sadel gambot. Walau di-bully om Yogha, katanya bobot sadel memberi kontribusi 5 kg sendiri dari total bobot sepeda. Yang penting saya lebih nyaman menindihnyaπŸ˜›
  • Rem hydrolic sangat ringan dioperasionalkan, tapi repot dalam perawatan. Rem kanan sepeda om Yogha perlu di-bleeding ulang karena sudah ngempos. Minyak rem tuas kanan diisi minyak kayu putih oleh om Yogha. Mungkin sudah menguap separo, katanya. Wah, bahaya tuh om…

13502988_1390892387592500_7690745619653748895_oKetika sepeda Premier 4 saya naikin, posisinya sangat menunduk ke bawah. Usut punya usut, tekanan angin di fork depan sangat kurang. Ketika om Yogha yang naikin gak terlalu menunduk. Maklum, om Yogha main di kepala 6, sedang saya nyaris menyentuh kepala 8 dalam satuan kilogram. *you know what I mean
Saya nggak cocok nyepeda posisi nunduk seperti ini. Sebentar nyoba sepeda om Yogha, pinggang saya langsung boyokan. Hiks.. hiks..

Acara berikutnya adalah buka puasa di warung depan rumah sakit KSH. Mini bukber, sama seperti judul tulisan ini. Cuma berdua doang. Minumnya teh manis saja, nggak pake makan. THR belum cairπŸ˜›

ngabuburide9_03See you next trip

5 thoughts on “Ngabuburide #9: Mini Bukber

        1. Ntar mudik cobain deh mampir ke Bletek di Plangitan. Iga bakar, Petis, Bakso tangkarnya maknyus.
          Esek-esek? *penganan opo kui?

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s