My 2nd Solo Ride to Gunung Rowo Dam

Habis nonton final liga Champion, segera shalat subuh, dan dilanjutkan gowes solo menuju waduk Gunung Rowo (367 mdpl). Berangkat dari rumah jam 05.00 wib.

Di perjalanan melewati kebun singkong, terdengar bunyi “bung-bung-bung-bung”. Saya berhenti dan memeriksa ban. Dua hari sebelum ini, ban sepeda bocor kena paku dan sudah saya tambal sendiri. Ngecek ban, tekanannya masih baik. Bunyi “bung-bung-bung” masih terus terdengar dan saya perhatikan arahnya dari dalam rimbunan pohon singkong. “Suara apaan tuh?”. Saya buru-buru ngacir aja dengan sepeda…

Pesepeda yang sampai pertama di waduk πŸ˜€ Sampai di TKP jam 06.40 wib. Perjalanan 16 km dari rumah ke waduk ditempuh selama 1 jam 40 menit. Setelah muterin waduk sejauh 2 km baru deh ada 3 pesepeda lain yang tiba di waduk.

rowo29mei_01rowo29mei_02

rowo29mei_03rowo29mei_04rowo29mei_05rowo29mei_06Sesudah cukup ngambil foto, saya langsung meluncur turun. Di sepanjang perjalanan pulang, beberapa rombongan sepeda sedang nanjak menuju waduk. Semua rombongan saya kasih salam bel ‘ting-tong’ dan lambaian tangan… karena semua goweser sejatinya bersaudara.


Sampai di rumah, jam 07.55 wib dan langsung nyari makanan. Ternyata belum siap 😦 Nunggu sebentar hingga makanan matang.

IMG_20160529_090608Bukan karena tanggal tua menunya begini. Karena memang seleranya ya beginian. Dimakan sehabis pulang sepedaan, rasanya gurih gurih… nyoiii… nikmat poll poko’eΒ  πŸ˜€

Istri saya kadang seneng ngelihat saya makan. Apalagi kalau lahap. Malah sengaja duduk di hadapan orang makan. Yang dilihatin risih-risih gimana gituuu…

-oOo-

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s