Kena Tifus

Minggu kemarin saya mengalami demam 2 hari. Dua kali periksa ke dokter BPJS, dikasih obat yang berbeda. Merasa sakit di perut nggak kunjung membaik, saya putuskan memeriksakan darah “atas permintaan sendiri (APS)”. Saya cek Igm Salmonela dengan biaya umum, yang harganya ternyata lumayan mahal, sekitar Rp 270 ribu. Duit di dompet nggak cukup, cuma bawa Rp 250 ribu. Terpaksa bayarnya di-pending dulu untuk ke ATM terdekat 😀  Setelah lunas, dan ngambil hasil lab, dan tarrrraaaa…. Positif Tifus!!

Saya jelas nggak minat kalo rawat inap dengan BPJS kelas 2. Saya khawatir anak-anak akan kehilangan sosok ayah di rumah. Dan kalaupun anak-anak sering bezuk ke rumah sakit, nanti malah tertular bibit penyakit dari rumah sakit. Hmm, saya putuskan berobat jalan saja.

Saya mengkonsumsi obat-obatan “underground” alias bawah tanah. Apaan tuh? Kunir dan cacing tanah 😀 *dua-duanya ada di bawah tanah kan?* Obat-obatan alternatif ini dibelikan istri saya di pecinan. Cacing tanah sudah berbentuk kapsul, jadi jangan bayangin  makan “spageti” ya… hahaha

Obat-obatan "underground" dari pecinan

Obat-obatan “underground” dari pecinan

Senin pagi saya berobat ketiga kalinya ke dokter BPJS. Dikasih obat antibiotik Lovofloxacin dan surat keterangan istirahat 2 hari. Obat dari dokter BPJS pun saya minum.

Selasa pagi, saya merasa sudah pulih dan hari Rabu kemarin sudah bekerja seperti biasa.

 

Advertisements

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s