Posted in Curcol, Gowes

Ban sepeda bocor (lagi)

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih… ah, apaan sih pake peribahasa segala :D  Ban dalam yang bocor kemarin, udah cakep ditambal, eh setelah uji jalan ternyata masih aja mengalami kebocoran. Bila kemarin, inspeksi hanya dilakukan dengan mencari benda-benda tajam di sisi dalam ban luar, kali ini inspeksi dilakukan lebih teliti di sisi luar ban luar *bingung dah bacanya* hahaha…

Ketemu serpihan kaca di ban luar. Saya cabut dengan tang cucut. Ukurannya kecil. Saya nggak yakin apa serpihan kaca ini penyebab ban bocor. Kalau dicek dengan mata telanjang, tidak sampai menembus ke dalam. Tapi bila sepeda sedang dinaiki, bisa jadi serpihan kaca itu yang bikin bocor. Untuk membuktikannya, perlu diujicoba dulu.

prewd01

Ban dalam saya tambal dengan tiptop. Sok yakin aja karena lubangnya udah ketemu. Setelah kering, langsung dites kebocoran di ember besar. Ternyata, dari bawah tambalan tiptop, masih keluar gelembung udara. Kayaknya nempel tambalan agak meleset sedikit. Wkwkwkwk. Ya udah, saya bikin tambalan lagi menumpuki tambalan sebelumnya. Ternyata bisa! Udah nggak bocor…

Sepeda diuji jalan 2x dengan jarak 2 km dan 5 km. Ban sepeda saya masih keras :D  Saya akan mengganti ban luar merek Kenda dengan ban slick merek CST. Ban Kenda sudah saya pakai menempuh 2000 km. Kembangan masih baik, secara teori masih layak pakai. tapi tetap akan saya ganti ban baru karena takut masih ada benda-tenda tajam tertinggal di ban luar Kenda itu. Biar hati ini ayem😀

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s