Posted in Alay, Gowes, Kepo

Ban Bocor

Ini kali kedua ban sepeda saya bocor. Yang pertama ketahuan bocornya di rumah, jadi nggak merepotkan. Nah, yang kedua terjadi kemarin di tengah perjalanan :-(  Kemarin itu rute bersepeda saya telah menempuh 10 km, dan tinggal 2 km dari rumah. Saya tidak merasakan gowesan menjadi berat, tapi feel bersepeda terasa berbeda. Pas saya tengok ke ban belakang, ya ampyun… bocor!

Saya berhenti dan turun dari sepeda. Nyoba mompa ban yang bocor, tapi hasilnya nihil.

bochorr01

Kemungkinan bocornya agak besar😦 Karena nggak belum punya ban cadangan, terpaksa sepeda saya tuntun sampai ke rumah. Lumayan juga nuntun sepeda kempes 2 km. Untungnya (Halah! Lagi kena musibah masih bilang untung…) tidak seberat nuntun motor bocor🙂

Screenshot_2016-02-24-07-22-17_com.strava

Sorenya, saya membeli alat tambal ban yang sering disebut Tiptop. Beli di toko onderdil sepeda di daerah Blaru, Pati. Harganya Rp 6 ribu. Isinya 48 tembelan.

bochorr03
Sekarang prosedur cara menambal ban versi saya. Nggak yakin bener apa nggak🙂 Pertama, copot ban sepeda, dan keluarkan ban dalam dengan cara melepas setengah sisi ban luar menggunakan alat cungkil ban.

bochorr02
Kedua, amplas ban dalam di tempat yang bocor. Di mana letak kebocoran bisa dicari dengan cara memompa ban dalam sampai keras, nanti diraba-raba mengelilingi ban dan dirasakan di mana yang keluar angin. Bisa juga dengan merendam ban di dalam ember plastik. Kalo udah ketemu, tandai letaknya biar nanti nambalnya nggak salah tempat. Ban luar perlu juga digerayangi, takutnya ada duri atau kawat yang masih tertancap di sana dan menembus ke sisi dalam ban luar.
bochorr04
Ketiga, olesi ban dengan lem (sudah disediakan dalam paket Tiptop), kemudian tempel penambalnya (sebelumnya lepas segel aluminium foil). Tambalan tadi di-pres, atau bisa juga dipukul-pukul dengan palu.

bochorr05

bochorr06
Keempat, bila tambalan sudah benar-benar kering, cek kebocoran tambalan di dalam air. Nanti kertas putih akan hancur. Kertas putih ini sulit sekali dikeletek dengan kuku.

Tips:

  1. Selalu bawa ban dalam cadangan kemanapun kita gowes. Ban dalam lho ya, bukan celana dalam🙂
  2. Selalu bawa pompa mini dan alat cungkil ban luar.
  3. Lebih baik bawa alat tambal Tiptop untuk jaga-jaga. Menambal dengan Tiptop membutuhkan waktu proses lebih lama daripada mengganti ban bocor dengan ban cadangan. Jadi lebih praktis ganti langsung ban bocor dengan ban cadangan, nanti ban yang ditambal dengan Tiptop dijadikan ban cadangan berikutnya.

 

3 thoughts on “Ban Bocor

  1. pengalaman saya sih .. selama dilakukan sesuai intruksinya, dan yang paling penting masih cukup baru cold patch-nya biasanya kuat … kalau sudah lama cold patch-nya .. baru masalah😀

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s