Posted in Curcol

Rehab Rumah

Tanggal 22 Jan 2016, Pati diguyur lebat selama 2 jam. Perumahan tempat saya tinggal digenangi air akibat saluran air (gorong-gorong) kurang baik, entah di mana yg bermasalah. Kebetulan air sempat masuk ruang tamu dan kamar tidur, walau tidak menggenang.

Tanggal 23 Jan pagi, keramik-keramik di ruang tamu kami pada terangkat (popping) akibat  “genangan” sehari sebelumnya.

buis_beton01
Saat ini, saya berencana merehab rumah, khususnya meninggikan permukaan teras untuk menghadang air masuk ke rumah apabila terjadi hujan deras di masa mendatang.

buis_beton08

Sejak kami tempati (tahun 2010), rumah kami punya masalah dgn septic tank. Yakni setiap hujan deras, septic tank penuh air akibat rembesan air tanah. Tapi WC penuh ini hanya terjadi sehari semalam, dan besoknya kembali normal (apabila tidak hujan deras). Setelah ditimbang-timbang, sekalian saya putuskan membuat septic tank baru di teras, karena septic tank lama posisinya di bawah ruang tamu😦 Septic tank baru menggunakan buis beton yg ditanam dengan cara mengorek tanah di bawahnya. Ajaib juga cara kerja tukangnya.

buis_beton05

buis_beton06

Buis beton yang saya pakai ukuran diameter lubang 80 cm dan ketinggian 100 cm. Harganya Rp 230 ribu per silinder. Untuk tutupnya Rp 75 ribu per buah. Saya beli 3 buah buis, yang 2 untuk septic tank dan yang 1 lagi untuk sumur buangan septic tank (untuk resapan). Jangan ditanya bobotnya, karena siapa juga yang mau nimbang? Hehehe… Pokoknya butuh 5 orang untuk menggesernya. Berat banget pokoknya.

 

2 thoughts on “Rehab Rumah

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s