Sulit dan mudah, bedanya tipis

Roda sepeda saya mulai mengeluarkan bunyi-bunyian kasar. Tampaknya harus segera diservis. Susahnya buat saya, bengkel sepeda beroperasi pada hari dan jam kerja. Singkatnya, saya nggak akan sempat membawa sepeda ke bengkel, kecuali hari Sabtu karena saya kerja setengah hari. Ujung-ujungnya, perbaikan harus saya kerjakan sendiri. Sebenarnya saya malas membongkar bagian freehub sepeda karena tampaknya sulit, meski saya telah punya alat-alat yang dibutuhkan. Berhubung situasinya sudah mendesak, maka saya memberanikan diri membongkar freehub.

Freehub

Freehub

Pertama-tama saya copot roda sepeda, kemudian saya bongkar mur di as roda dengan kunci-kunci yang sesuai. Ternyata pekerjaan ini tidaklah sesulit yang saya bayangkan. Tujuan pembongkaran freehub ini untuk melumasi gotri-gotri di dalam freehub tersebut.

IMG_20151206_145735

Setelah semuanya beres, roda sepeda saya pasang kembali di sepeda. Tapi setelahnya, sepeda saya masih mengeluarkan bunyi-bunyi kasar. Pada saat pengerjaan, body freehub memang belum lepas dari cone, sehingga belum semua bagian dilumasi ulang. Masalahnya, saya tidak punya kunci L yang tepat untuk membuka body freehub.
Hasil yang saya peroleh dengan melumasi kembali gotri-gotri di freehub adalah putaran roda yang lebih loncer 😀
Saya malah jadi ketagihan bongkar-bongkar freehub. Nanti saja lagi ah, kalau sudah punya kunci L untuk membuka body freehub. Dulu bilangnya sulit, sekarang bilang mudah. Ternyata bedanya tipis ya 😀

 

Advertisements

One thought on “Sulit dan mudah, bedanya tipis

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s