Posted in Curcol

Kecelakaan Motor

Kemarin sore, sekitar jam 17.10 wib, saya mau kembali ke rumah. Posisi saya sudah di dalam komplek perumahan. Saat di persimpangan, saya pasang lampu sein kanan dan pelan-pelan mulai berbelok ke arah kanan. Tiba-tiba motor saya diseruduk motor lain (Suzuki Satria) yang kecepatannya lumayan ngebut. Motor saya dan penabrak jatuh di aspal. Sang penabrak masih usia sekolah, mungkin kelas 1 SMA. Saya segera mendirikan motor saya, dan sang penabrak pun kemudian bangkit dan mendirikan motornya. Saya tanya keadaan sang penabrak, dia bilang tidak apa-apa, hanya kaca spion motornya yang copot. Dia saya persilahkan jalan kembali. Saya analisis, mengapa sang penabrak mengambil lajur kanan walau tujuan sebenarnya lurus? karena dia mengambil sedikit coakan di polisi tidur. Pengendara motor “malas” umumnya begitu, biasanya melewati polisi tidur yang sudah “bercelah” walau posisinya bukan di jalur yang benar.

Ilustrasi kecelakaan motor yang saya alami
Ilustrasi kecelakaan motor yang saya alami

Sampai di rumah, saya cek motor saya. Posisi kaca spion kanan melintir (tidak pecah). Casing nomor plat penyok. Pelindung knalpot bergeser dudukannya. Sedangkan badan saya, hanya mengalami luka lecet di tulang kering (berdarah sedikit) dan betis (berdarah sedikit).

Walau kita sudah hati-hati, tetap saja bisa celaka akibat minimnya pemahaman orang lain terhadap keselamatan pengguna jalan lain.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s