Curug Tadah Hujan : perjuangan menjemput keindahan

Setelah kami masuk pintu gerbang, terlihat sebuah “kolam renang” yang airnya rada-rada keruh. Dulunya mungkin kolam renang yang airnya bening. Bisa jadi karena sepi pengunjung, maka kolam renang ini terbengkalai. Meski begitu, ada kok yang berenang di sana: beberapa bocah laki-laki 😀

eal_09
Kaki terus melangkah. Di pohon terpasang spanduk yang menggelitik saya. Apa sebabnya? Paling-paling banyak pasangan yang berdua-duaan kelewat hot dan tertangkap pandangan mata pengunjung. Penduduk setempat tentu gerah kalo wilayahnya dijadikan tempat mesum muda-mudi 😀

eal_10

Akhirnya kami tiba di lokasi uji nyali 😀 Kondisi sekarang sudah lebih aman karena telah dipasang batang bambu pengaman.

eal_11
Tanpa batang bambu ini, trek yang dilalui sangat-sangat menantang eh, berbahaya. Bagaimana tidak, jalan setapak sempit dan licin. Sisi kiri jurang 😦
eal_12

Meski begitu, trek yang dilalui masih cukup berat karena faktor licinnya bebatuan. Maklum ini kan musim hujan.
eal_13
Sampai di dasar jurang, kaki terasa pegal-pegal karena tegang. Apalagi saya turun sambil menggenggam kamera. Tangan yang bebas untuk memegang bambu atau akar pohon hanya satu.
eal_14

Untung kami merupakan tim yang kompak, yang siap membantu sesama, terutama membantu cewek-cewek.

eal_15

eal_20

Kalo sama cowok, biar usaha sendiri ajah! Hussyyaah!   😀

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s