Menganggap Remeh Lawan :3

Pada suatu ketika, saya ‘mengejek’ putri saya yang duduk di kelas 3 SD, bahwa sikapnya lelet sekali. Umpama, disuruh mandi, dia muter-muter dulu di dalam rumah untuk sesuatu hal yang tidak jelas tujuannya, padahal saya ingin dia langsung bergegas ke kamar mandi. Nah, anak saya tidak terima dibilang lelet. Dia ‘menantang’ saya untuk adu balap lari. Hahaha.

Untuk balap lari, saya yakin menang, karena saya menganggap dia kecil dan lambat. Sedangkan saya merasa cepat, dan memiliki langkah panjang. Tapi mungkin saya salah. Terlalu menganggap remeh dia. Siapa tahu dia sudah tumbuh menjadi pelari handal. Soalnya setiap sore dia main ke luar rumah entah ke mana. Masih di sekitar perumahan, tapi nggak jelas posisinya. Kadang di lapangan, kadang di rumah tetangga.

Di sisi lain, mungkin putri saya menganggap saya gendut dan besar, sehingga lamban. Dia menganggap remeh ayahnya 😦  Padahal ayahnya ini nggak gendut-gendut amat. Masih lincah dan gesit πŸ˜€

Hmm, masalah pembuktian siapa yang lebih cepat terkendala tempat dan waktu. Padahal saya penasaran dengan hasilnya πŸ˜€

 

Advertisements

One thought on “Menganggap Remeh Lawan :3

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s