Terisolir (masih) beruntung

Seingat saya, sejak hari Senin tanggal 20 Januari 2014, kabupaten Pati mengalami musibah banjir. Yang semula 17 desa, bertambah 20 desa, terus 40 desa, dan info terakhir 50 desa. Akses jalan utama (pantura) menuju Kota Pati terputus oleh banjir.

Dari arah barat, yakni Kudus, tepatnya di sekitar lampu merah (bangjo) terminal Kudus, banjir mencapai 1,5 meter. Dari arah timur, yakni Juwana, jalan pantura juga tergenang banjir. Dari arah selatan, yakni Kayen dan Gabus, juga dilanda banjir parah. Praktis kota Pati lumpuh. Pasokan BBM terhenti, sementara stok semakin menipis. Sekalinya ada pasokan BBM, sekejap langsung habis diserbu pembeli. Harga sayur mayur juga merambat naik.

Dari pantauan teman-teman, harga cabai Rp 120 rb/kg, tomat Rp 15 rb/kg, telur ayam Rp 25 rb/kg dan premium eceran Rp 12,5-15 rb/liter [Harga per 25 Januari 2014].

Walau kota kami terisolir, tapi saya pribadi masih bersyukur karena rumah kami tidak kebanjiran. Bayangkan saudara-saudara kita di beberapa desa yang mengalami kebanjiran, dan terisolir pula. Kedinginan, kelaparan, susah BAB, dll. Sangat parah kan?

Mudah-mudahan banjir segera surut. Amiiin…

Berikut foto-foto kiriman teman-teman Twitter:

Rembang

Rembang

Terminal Kudus

Terminal Kudus

1390490067

Kayen

Kayen

Juwana

Juwana

Update: info terakhir yang kami peroleh dari siaran MetroTV, jumlah desa yang terendam banjir sejumlah 121 desa.

Advertisements

One thought on “Terisolir (masih) beruntung

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s