Grenjengan Jolong

Ketika kali pertama datang ke perkebunan kopi Jolong, kami tertarik singgah ke air terjun grenjengan yang letaknya dekat dengan perkebunan kopinya itu. Waktu itu sih ngomong ke anak-anak “minggu depan”. Setelah datang “minggu depan”, masih pending “minggu depannya lagi”. Niat gak sih? Ha ha ha. Nah, kemarin keinginan itu terwujud. Akhirnya…

Perjalanan dari Pati kota hingga kawasan agrowisata lantjar djaya :mrgreen: Tantangan terberat ketika roda motor memasuki jalan berbatu menuju grenjengan. Ban tidak bisa menapak sempurna di batu-batu yang tajam, apalagi di tanah yang becek. Motor kami selip di beberapa titik. Ha ha ha. Seru abis pokoknya.

jalan berbatu dan tanah basah adalah tantangan

jalan berbatu dan tanah basah adalah tantangan

Jalan berbatu yang harus kami lalui “hanya” 2 km, tapi terasa 20 km karena curam, dan terjal. Samping kiri adalah jurang. Saya membawa 2 penumpang (anak), jadi 1 motor diisi 3 orang. Kami mengalami “slip” beberapa kali. Sempat tercium bau karet terbakar pada motor matik yang kami naiki. Dengan susah payah akhirnya kami sampai juga di TKP. Langsung aja ceprat-cepret. Ya dengan kamera lah, mosok pake karet gelang. Kan sakit. He he he.

Narsis Mode ON

Narsis Mode ON

Pas giliran anak-anak minta difoto dan sudah pasang aksi dekat air terjun, tiba-tiba terdengan bunyi “plok” dari arah bebatuan. Rupanya seekor ular jatuh. Langsung saja anak-anak lari ngibrit, karena sang ular berada tidak jauh dari lokasi kami berdiri.

ular tahan banting

ular tahan banting

Yang punya blog ini juga gak mau kalah pasang aksi, dengan aksi “boker style” :mrgreen:

boker style

boker style

Bosan dengan air terjun yang pelit air, kami pindah lokasi ke sebuah kali di seberang grenjengan. Di kali ini justru kami peroleh kepuasan lebih. Pemandangannya lebih bagus. Air lebih jernih. Bandingin dengan air grenjengan yang mirip limbah. He he he.

indahnya alam

indahnya alam

Saat di kali ini, rintik-rintik air mulai berjatuhan dari langit. Kami segera meninggalkan kali untuk mencari sarapan dan toilet! Menu yang dipesan gak jauh-jauh dari mie rebus. he he he.

kami sarapan di warung ini

kami sarapan di warung ini

in*omie is the best

in*omie is the best

Dari kawasan agrowisata Jolong, kami mampir sebentar ke waduk Gunung Rowo yang berjarak sekitar 2 km untuk foto-foto sebentar.

Waduk Gunung Rowo

Waduk Gunung Rowo

Saya pribadi merasa perjalanan ke grenjengan Jolong sudah cukup sekali ini saja. Gak perlu dua kali apalagi tiga kali.ย  Kasian sama motornya :mrgreen:

Advertisements

5 thoughts on “Grenjengan Jolong

  1. Akhirnyaaa saya menemukan blog seperti ini. eksplore alam kota pati. nuwun mas inform dan pengalamannya. saya orang pati tp belum eksplore semua keindahan alam di kota pati. cz, bntar lagi mau mudik, jd kesempatan ini. Mudah2an pas g hujan.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s