Lebaran

Berbeda dengan tahun-tahun kemarin, Lebaran tahun ini diselimuti suasana keprihatinan. Kami tidak memasak rendang. Biasanya, untuk merayakan hari raya Idul Fitri, kami bikin rendang dan sayur tauco buncis. Minimal opor ayam. Kali ini tidak. Suasananya prihatin. Harga BBM belum lama naik, diikuti harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Kami utamakan yang penting-penting dulu, misalnya baju anak-anak. Anak-anak tumbuh dengan cepat, baju-baju lamanya cepat kekecilan :mrgreen:

Tidak masak opor bukan berarti tidak makan opor. Kami meluncur ke rumah mertua atau keluarga lain yang jauh lebih tua (sepuh), dan di sana ada ketupat dan opor tentunya.

majt20131

Di sini opor, di sana opor, sudah tentu gratisss he he he… Sayangnya, perut saya belum terbiasa diisi makanan dalam porsi normal.  Lebaran hari pertama dan kedua, perut terasa kembung (akibat gas), padahal makan dalam jumlah wajar.

Berhubung masih suasana Lebaran, pada kesempatan yang baik ini, saya mau mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1434 H
Taqabballahu Minna Wa Minkum, shiyaamana wa shiyamakum.
Mohon maaf lahir & bathin

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s