Menjadi “korban” pintu tol Cikampek

Terakhir kali membawa kendaraan sendiri melewati pintu tol Cikampek pada tahun 2005. Sudah 7 tahun yang lalu!

Siapa yang ngerti kalau masuk pintu tol Cikampek sekarang harus mengambil kartu sendiri? Apalagi palang pintu tol itu terbuka terus menerus. Entah rusak, entah disengaja petugas tol yang “nakal”. Maksudnya biar ada beberapa pengendara yang kena perangkap (terutama pengemudi dari daerah yang baru pertama masuk tol Cikampek). Seperti yang saya alami.

Harusnya kan palang pintu baru terbuka bila kartu sudah dicabut dari mesin. Ini kan nggak. Palang pintu terbuka terus menerus. Jadilah saya menjadi “korban” dengan membayar tarif terjauh sebesar Rp 94.000,-. Padahal normalnya hanya RP 12.000,-. Karena ketidaktahuan saya bahwa pengemudi harus mengambil kartu sendiri. Ditambah palang pintu yang terbuka terus! Masuk pintu tol Cikampek sekitar jam 23.30, saat itu saya sempat mengeluarkan kepala dari jendela mobil dan clingak-clinguk. Sepi. Kemudian saya jalan terus  karena tidak ada petugas dan tidak ada palang pintu. *Apakah ini “kenakalan” petugas tol? Wallahu a’lam bish shawab, hanya Tuhan yang lebih tahu…

Iklan

3 thoughts on “Menjadi “korban” pintu tol Cikampek

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s