Perjalanan darat 18 jam

Minggu kemarin kami pergi ke Jakarta. Sudah 5 tahun gak “pulang kampung” :mrgreen: Kami berangkat sekeluarga, saya, istri dan 3 orang putri. Menumpang Avanza kesayangan kami yang berwarna hitam. Berangkat dari Pati jam 7 pagi. Walau niat semula berangkat jam 5 pagi, tapi gak bisa karena anak-anak belum disiplin waktu. Toh ini bukan masuk sekolah atau kerja jadi ya dibuat santai saja.

Masalah muncul saat saya menyadari bahwa jalan pantura saat ini kondisinya bopeng-bopeng 😦 Maklum ini kan sudah masuk musim hujan sehingga jalan mudah rusak terutama bila sering dilalui truk-truk besar.

Jalan bopeng-bopeng

Jalan bopeng-bopeng

Singkat cerita, putri bungsu saya yang berusia 15 bulan mabuk darat. Muntah sampai 2 kali. Ditambah macet 2 jam di perjalanan.

Berhubung kami berangkat pagi dan tidak sempat sarapan, kami mampir mengisi perut di restoran Pringjajar di Pemalang. Walau tagline-nya adalah “restoran taman”, tapi cocok juga disebut “restoran sulap” :mrgreen: Pramusajinya memperagakan trik sulap dan membagi alat-alat sulap, terutama untuk anak-anak.

IMG_5259

Kami akhirnya tiba di Jakarta pukul 00.45 WIB (hampir jam 1 dinihari). Kami membutuhkan waktu 18 jam untuk sampai di Jakarta. Fiuuuuh…..

#Ada insiden yang menjengkelkan di pintu masuk tol Cikampek. Ceritanya di episode lain.

 

Advertisements

2 thoughts on “Perjalanan darat 18 jam

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s