Posted in Alay, Kepo

Belajar membuat aplikasi touchscreen

Saya akan sharing pengalaman membuat aplikasi touchscreen. Semua ini berawal dari keinginan direksi rumah sakit yang berencana menyediakan kiosk touchscreen yang akan dipasang di dalam rumah sakit. Saya pikir, rumah sakit  akan membeli satu set. Ternyata permintaan direksi adalah membangun sendiri. Awal Oktober 2012, saya memulai proyek pembuatan aplikasi touchscreen untuk rumah sakit. Benar-benar mengawalinya dari nol. Nol sodara-sodara!:mrgreen:

PERTAMA: yang saya lakukan adalah membuat sketsa kiosk touchscreen. Desain kiosk ini saya beri nama ANJUNGAN INFORMASI MULTIMEDIA. Saya mendesain menggunakan MS Visio 2007. Kebutuhan material dan hardware juga saya buatkan anggarannya. Urusan pembuatan biar nanti dikerjakan oleh bengkel las:mrgreen:

Untuk aplikasinya, saya benar-benar tidak tahu harus memakai apa. Aplikasi web tidak menguasai. Adobe Flash tidak pernah menggunakan. Apalagi Adobe Director. Dalam bayangan saya yang masih awam ini, aplikasi ini nanti akan saya buat menggunakan COREL DRAW. Untuk tombol-tombolnya, dipasang hyperlink. Kira-kira begitu yang ada dalam benak saya.

Setelah praktek pembuatan prototipe dengan COREL DRAW, rencana saya ternyata buyar. Sulit ternyata. Sempat berpikir menggunakan PowerPoint saja. He he he. Prototipe dengan PowerPoint ternyata mudah dan bisa jadi dalam sekejap:mrgreen: Tapi jelas gak memuaskan.

KEDUA: saya mencari contoh tampilan aplikasi touchscreen di YouTube. Ada yang cocok. Lalu timbul pertanyaan:  “Dia membuatnya dengan apa?” Dugaan saya, kalau tidak dengan (Adobe) Flash, ya mungkin dengan (Adobe) Director. Disini sudah ada bayangan tools yang digunakan.

KETIGA: saya mencari contoh aplikasi touchscreen. Ketemu dua aplikasi yang menurut saya bagus. Seketika itu juga saya naksir. Extension filenya adalah .EXE dan .SWF. Dari sini sudah ketahuan bahwa aplikasi dibuat dengan FLASH. Laptop punya saya pun segera dipasangi ADOBE FLASH CS3. Saya belajar kilat mengikuti contoh-contoh yang diperoleh dari internet. Mudah? Tidak! Bahkan saya frustasi dengan Adobe Flash, dan berpikir menggunakan Adobe Director saja. ha ha ha. Padahal mungkin lebih sulit dari Adobe Flash. Namanya juga sedang frustasi😳

KEEMPAT: Nah, inilah langkah titik balik yang sangat krusial. Tidak puas dengan tutorial di internet, saya mencari tutorial video. Beruntung, saya mendapat tutorial video ADOBE FLASH berbahasa Indonesia dari internet. Step-stepnya jelas banget. Sangat cocok untuk pemula yang baru belajar seperti saya. Saat itu, saya masih belum mengenal ACTION SCRIPT. Tapi saya menyadari bahwa ada semacam bahasa pemrograman untuk mengatur “permainan” di layar FLASH tsb. Dan memang benar, “bahasa pemrograman” itu disebut dengan ACTION SCRIPT.

KELIMA: Saya mencari tutorial video bagaimana cara menggunakan ACTION SCRIPT. Saya mencarinya di YouTube. Dan lagi-lagi, tutorial video jauh lebih membantu daripada tutorial tulisan.

KEENAM: Mungkin ini adalah langkah yang “sedikit kasar”. Contoh-contoh aplikasi touchscreen yang bagus tadi, saya decompiler, sehingga diperoleh source code FLASH. Dari sini, saya bisa mempelajari trik-trik para desainer Flash.

Setelah dua minggu “belajar sambil praktek”, saya sudah mampu membentuk aplikasi touchscreen untuk rumah sakit. Saat ini, aplikasi tsb belum rampung, kira-kira baru 20% saja. Bagian paling vital adalah menu utamanya. Ke depannya, tidak akan ada kendala berarti. Tinggal mengisi konten yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

Saya seringkali merenung di loteng rumah saat sedang santai. Tiga minggu lalu, saya sama sekali belum pernah mencoba ADOBE FLASH. Dengan belajar kilat, dan tentu saja keberuntungan, ternyata semua kesulitan bisa teratasi dengan baik. Saya berterima kasih kepada Allah SWT yang memberikan kemudahan kepada saya, tepatnya kemampuan dalam mempelajari sesuatu yang baru. Benar-benar baru. Alhamdulillah

5 thoughts on “Belajar membuat aplikasi touchscreen

  1. wow hebat sekali belajar otodidak memang mnyenangkan xD
    gan saya mau tanya nih, kan saya bikin semacam kiosk informasi mengenai jalur angkutan umum di daerah saya dengan mnggunakan flash, nah ketika saya save ke format SWF ko kualitas gmbarnya jd buram ya ?
    mohon jwbnnya gan kalo bisa ke fb saya xD
    fajar muhammad sukmawijaya

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s