Gule

Kemarin kami mendapat kiriman daging qurban dari mertua. Kira-kira sebanyak 2 kg. Tidak semuanya berupa daging, tapi ada tetelan, paru dan hati. Daging itu langsung saya cuci, dipotong kecil-kecil dan direbus selama 2 jam. Jujur saja, baru kali ini saya mengolah sendiri daging mentahnya. Biasanya hanya bantu-bantu menusuk daging dengan tusuk sate. Bumbu-bumbu saya siapkan sendiri, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri dan jahe. Semua bumbu saya blender.

Singkat cerita, daging itu saya buat gule. Dagingnya empuk sekali. Istri saya heran, kok gak bau prengus. Saya bilang, siapa dulu yang nyuci dagingnya. Nyucinya pakai dikucek. he he he.

Malam hari, anak-anak mencicipi gule buatan ayahnya. Mereka bilang enak banget. Ah, bahagia mendengarnya. Bahkan, putri saya sampai nambah. Padahal seumur-umur dia hampir tidak pernah makannya nambah gitu.

Yang membuat saya melongo, pagi harinya baru saya mengerti bahwa kiriman daging yang saya terima itu adalah daging sapi. Saya diberitahu adik ipar.  Oalaaah… pantes gak bau prengus. Kalo ngerti, saya rendang deh….  :mrgreen:

 

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s