Anyep

Kemarin saya membuat nasi goreng (lagi? 😆 ) untuk berbuka puasa. Saya bikin 2-3 porsi, maksudnya sekalian buat putri-putri saya. Karena satu dan lain hal, ternyata saya buka puasa tidak di rumah. Menjelang maghrib saya ada urusan di luar rumah.

Setelah kembali ke rumah, nasi gorengnya saya cicipi. Rasanya kurang asin. Maklum, dibuat tanpa bisa mencicipi rasanya, sama seperti kemarin. Nasi gorengnya tetap saya makan, dan sisanya (di wajan) saya tambahi garam dan tetap disana untuk sahur besoknya.

Pas sahur, saya makan nasi goreng itu. Tentu saja, saya hangatkan lebih dulu, tetapi tidak saya cicipi lagi, dan langsung saya tuang ke piring. Ternyata, rasa nasi gorengnya anyep. Lebih hambar dari kemarin sore. Padahal kemarin sore sudah ditambahi garam. Mungkin rasa asinnya meresap ke dalam nasi. Nasi tetap saya habiskan. Apa kesimpulannya? Nasi goreng fresh lebih enak dari nasi goreng anget-angetan 😆

Iklan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s