Posted in Curcol

Ritual Mengubur Ari-ari

Proses kelahiran putri kami berlangsung kira-kira pada jam 10.45 WIB. Siangnya, dari rumah sakit saya pulang ke rumah untuk mengubur ari-ari. Saya memilih lokasi di garasi. Kebetulan ada bagian yang berupa paving, sementara bagian lain sudah tertutup semen. Maka saya langsung membongkar paving, dan menyiapkan lahan untuk mengubur ari-arinya Dena.

Sebelum dikubur, terlebih dahulu ari-ari tsb dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kendil disertai kembang setaman. Setelah lubang ditutup tanah kembali, di atasnya diberi lampu penerangan. Lampu hanya dinyalakan pada malam hingga pagi hari.

 

3 thoughts on “Ritual Mengubur Ari-ari

  1. Dulu, ketika pertama kali di Jakarta, kalau melihat seperti ini merasa aneh, karena di kampung saya ari-ari tidak pernah di buat seperti itu, hanya dibersihkan, dibalut dengan kain putih, kemudian ditanam sperti biasa saja. Tidak pernah dikasih lampu dll.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s