Legen

Legen  adalah air perasan buah siwalan (buah pohon lontar). Legen yang asli biasanya berwarna putih keruh dan agak kental, serta rasanya manis. Legen banyak dijajakan di alun-alun Pati, selama bulan puasa kemarin.

Sayangnya, yang dijual di pinggir jalan itu tidak jelas kebersihannya (karena menggunakan botol bekas air mineral). Disamping itu agak encer (disangsikan kemurniannya karena sudah dicampur air).

Legen akan menjadi minuman yang menyegarkan bila masih berusia nol hingga dua hari. Jika sudah lewat dari dua hari, maka legen akan berubah menjadi tuak muda yang akan memiliki kadar alkohol di bawah dua persen.

Lebaran kemarin, di rumah mertua kami, saya melihat ada sebotol legen. Langsung saja saya tuang legen segelas dan langsung diminum. Rasanya segar, tapi terasa ada sedikit rasa tajam di lidah (mirip rasa tajam minuman soft drink).

Legen yang saya minum, benar-benar asli. Kental dan berbau ‘aneh’. He he he….

 

Iklan

3 thoughts on “Legen

  1. O namanya Legen ya Mas Kur, terus terang saya belum pernah minum langsung dari botol seperti itu, biasanya hanya tetesan air dari buahnya saja.
    Klo di Jakarta setahu saya adanya di Pasar Baru dan Pasar Majestik, tapi saya meragukan keaslian dan kebersihannya, padahal pengen juga sih apalagi yang sudah befregmentasi, rasanya gimana ya ?

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s