Mencari Calon Istri

Sebelum menikah, laki-laki berhak mencari calon istri yang terbaik di antara beberapa calon yang masuk dalam kriterianya. Jika sudah menikah, laki-laki boleh harus menerima istrinya itu apa adanya. Mungkin saja (sangat mungkin malah), banyak ada kekurangan-kekurangan istri yang baru terlihat saat mereka sudah menikah.

Secara garis besar, wanita itu memiliki 2 karakter profesi, ibu rumah tangga dan wanita karir. Pilihan mana yang terbaik buat Anda, sangat tergantung mana yang menjadi selera tipe Anda.

Ada suami yang lebih senang istrinya hanya mengurus rumah tangga. Ada juga suami yang bangga mempunyai istri seorang wanita karir. Saya pribadi, hanya menyukai perempuan yang memiliki karakter ibu rumah tangga murni. Yang bisa mengurus rumah tangga. Tiap hari selalu menyiapkan bekal makan siang untuk dibawa ke kantor :mrgreen:

Jangan salah, wanita pekerja (maksudnya yang saat ini bekerja) mungkin saja memiliki karakter ibu rumah tangga yang kuat. Saat ini, dia bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri dan menyiapkan masa depannya, siapa tahu mendapatkan jodoh dari tempat kerjanya itu. He he he…  Kelak, saat dia telah memiliki suami yang mapan, maka dia akan memilih profesi sebagai ibu rumah tangga murni.

Lalu, bagaimana cara cepat melihat karakter wanita berdasarkan profesinya? Gampangnya, lihat saja apakah dia (wanita) membawa bekal makan siang ke tempat kerjanya. Jika membawa bekal sendiri, besar kemungkinan dia adalah tipe ibu rumah tangga sejati. Kalau makan siangnya jajan di luar, masih ada 2 kemungkinan. Tipe wanita karir atau memang ada alasan lain, sehingga memilih jajan di luar (biasanya karena lebih praktis).

Dari 2 pilihan di atas, pilihan mana yang lebih baik? Sangat tergantung dengan tipe karakter Anda (laki-laki) sebagai calon suami. Banyak risiko jika memiliki istri yang berprofesi sebagai wanita karir. Survey menunjukkan, 2 dari 10 wanita karir (yang karirnya sangat sukses) memiliki kegagalan dalam berumah tangga. Banyak sekali “gangguan” terhadap wanita yang bekerja. Pelayanan kepada suami berkurang, karena sebagian waktunya tenaganya akan tersita oleh pekerjaan. Mungkin ada juga godaan dari laki-laki lain (PIL, pria idaman lain) di tempat kerja yang menimbulkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga.

Sekali lagi, pilihan mencari calon istri ini 100% adalah hak Anda. Hidup ini adalah pilihan, dan setiap pilihan memiliki risiko masing-masing dan memerlukan konsekuensi. Jadi, silahkan memilih istri sebaik-baiknya… jika sudah memilikinya, terima istrimu apa adanya! :mrgreen:

Advertisements

2 thoughts on “Mencari Calon Istri

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s