Kesetiaan

Seekor burung betina tertabrak mobil di salah satu jalan raya, karena terbang menukik terlalu rendah. Dia terkapar tak berdaya.

Dia berharap sang jantan bisa menolongnya.

Dengan penuh cinta, sang jantan membawakan kekasihnya makanan dari mulutnya.

Hingga, saat si jantan membawakan makanan, tetapi sang betina sudah tidak merespon, kepalanya terkulai dan matanya terpejam. Si jantan mencoba menggerakkan tubuh pasangannya untuk memastikan apa yang terjadi. Sang jantan sangat sedih karena kekasihnya sudah tidak bernyawa.

Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tak akan kembali, ia berkicau keras meratapi kepergian pasangannya…

Setelah sang kekasih meninggal, dia tidak dapat berbuat banyak, karena tidak dapat menguburkan di aspal.

Sang jantan dengan penuh kesetiaan hanya menunggu jasad sang kekasih dalam waktu yang lama…

[Tulisan ini dihadirkan untuk memperingati 10 tahun usia pernikahan kami, 24 Juni 2001]

Advertisements

2 thoughts on “Kesetiaan

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s