Posted in Alay

Mematikan Lampu = Pemborosan ?

Tiap keluar ruang kerja, saya biasa mematikan lampu (2 buah lampu neon). Teman kerja saya bilang, tindakan itu suatu pemborosan. Dia berpendapat, energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan lampu (dari posisi mati ke nyala) lebih besar daripada membiarkan lampu tetap menyala. Masak iya sih..?

Penelitian menunjukkan, energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan lampu (dari posisi mati ke nyala) kira-kira setara dengan 1/2 detik lampu hidup secara kontinu. Dalam kasus khusus, untuk lampu neon, energi yang dibutuhan untuk “start-up” setara dengan lampu hidup kontinu selama 2 detik (karena butuh “pemanasan” dulu). Ini berarti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan akan menghemat energi, kecuali jika kita keluar ruangan kurang dari 2 detik.

Lain halnya dengan pompa air. Penggunaan tandon (tangki penampung air) dapat menghemat energi pompa listrik, daripada tidak memakai tandon. Karena semakin sering pompa air “nyala-mati“, semakin besar pula daya listrik yang dibutuhkan.

One thought on “Mematikan Lampu = Pemborosan ?

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s