Pengukuran Kinerja Rumah Sakit (Bagian 1)

Inefisiensi terjadi ketika input semakin banyak diasupkan ke dalam sistem, namun output-nya tidak meningkat secara linier. Artinya, terjadi penyerapan sumber daya di dalam sistem yang tidak mengarah pada proses pencapaian output (dead weight loss atau kemubaziran).

Analisis Kumpulan Data (Data Envelopment Analysis – DEA) merupakan aplikasi program linier yang membandingkan sejumlah unit pelayanan yang berbentuk sama ––seperti Bank, Rumah Sakit, Restoran, dan Sekolah–– berdasarkan input (sumber daya) dan output. Solusi permodelan menggunakan DEA memberikan indikasi jika suatu unit kurang efisien, dibandingkan unit lainnya.

Contoh Kasus
(Kasus ini adalah fiktif, disajikan sebagai contoh semata)

Suatu Rumah Sakit di kota Semarang, memiliki 3 klinik cabang. Dewan direksi tidak tahu bagaimana mengidentifikasi mana klinik cabang yang efisien dan mana yang tidak efisien.

Pertanyaan
Bagaimana mengindikasikan mana klinik cabang yang efisien dan mana yang tidak?

[tulisan ini akan saya lanjutkan pada bagian 2]

Iklan

One thought on “Pengukuran Kinerja Rumah Sakit (Bagian 1)

  1. Ping balik: Pengukuran Kinerja Rumah Sakit (Bagian 2) « Mas Iwan

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s