Cerita Dibalik Juara Pertama Lomba Masak Mie

Cerita ini berawal dari beredarnya edaran mengenai rencana pelaksanaan lomba antar mitra di KSH. Pesertanya adalah mitra-mitra KSH yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok merupakan gabungan dari beberapa unit di rumah sakit. Sedangkan lombanya sendiri sekitar 10 jenis, seperti: pemilihan kangmas dan mbakyu, memasak mie ulang tahun, lomba menyanyi dan permainan outbond.

Dalam hati, saya paling sreg berpartisipasi dalam lomba masak. Kenapa memilih masak? Soalnya saya tidak bisa nyanyi. Hahaha. Dan yang paling  penting, saya sering memasak (untuk dimakan sendiri). Sering memasak bukan berarti pintar memasak. Maksudnya, masakan saya adalah masakan darurat, seperti bikin indomie, telur dadar, dsb. He he he.

Kebetulan sekali, saat penyusunan peserta lomba, saya ditanya oleh Pak Boedi sebagai Leader Kelompok C (divisi IT masuk kelompok C). Saya langsung milih lomba masak. Lebih klop, saya juga ditanya mau dipasangkan dengan siapa. Saya menjawab, “Hanna” (dari unit Cattleya). Kenapa saya memilih  “Hanna”..? Karena orangnya manis. Hi hi hi. Wajahnya juga keibuan (apa hubungannya dengan masak? He he he). Pokoknya, saya merasa akan cocok bekerjasama dengan Hanna. Sebenarnya, saya hanya dua atau tiga kali berpapasan dan “say hello”  dengan Hanna di rumah sakit. Meski bukan seorang psikolog (yang cepat membaca sifat-sifat seseorang), tapi saya merasa mampu membaca apakah sifat seseorang cocok dengan sifat saya. Makanya saya memilih Hanna.

Singkat cerita, saya mulai kontak-kontakkan dengan Hanna melalui pesan Facebook. Kami berbagi ide. Berbagi resep. Akhirnya, diputuskan akan membuat burger mie. Idenya dari Hanna. Pemilihan burger mie, selain mudah, idenya sangat kreatif. Saya pun berbagi tugas. Sebagian besar peralatan masak untuk lomba, saya yang membawanya (karena Panitia hanya menyediakan tempat lomba). Saya juga membawa bumbu-bumbu rahasia, seperti telur, keju lembaran, mayonaise, saos sambal, kecap, saus tiram dan penyedap (saya memakai Maggi blok). Sayuran, mie, ayam, dan cetakan burger, Hanna yang membawanya.

Pada saat pelaksanaan lomba, Hanna bertindak sebagai Chef. Saya asistennya. Karena saya mudah sekali berkeringat, maka saya membawa handuk kecil yang diselempangkan di tengkuk. Selama memasak, berkali-kali saya menyeka keringat supaya tidak jatuh ke masakan. Mirip tukang becak. Ha ha ha.

Waktu yang disediakan Panitia hanya satu jam. Untungnya, kami dapat menyelesaikan pembuatan burger mie ini sebelum waktunya habis. Burger mie ditata di atas piring oval, dan dilengkapi hiasan sayur sawi putih.

Sebelum pemenang lomba memasak mie diumumkan Panitia, saya telah pulang ke rumah (karena saya membawa keluarga ke arena lomba). Sedangkan Hanna beristirahat di mess (akibat kecapekan setelah pulang shift malam,  langsung ikut lomba). Saat di rumah, saya mendapat SMS dari Juri lomba masak, bahwa perwakilan kelompok C (saya dan Hanna) terpilih sebagai juara pertama lomba memasak mie. Saya langsung memberitahukan hal ini kepada Hanna. Awalnya Hanna menyangsikan, apa benar? Eh, ternyata benar! Hanna pun membalas SMS saya, isinya: “Wkwkwkwkwk“.

Advertisements

4 thoughts on “Cerita Dibalik Juara Pertama Lomba Masak Mie

  1. hahaha…selamat chef..ide yang sangat kreatif…seluruh mitra KSH emang LUAAAARRR BIASAAAA!!!

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s