Posted in Manajemen Sains

Analisis Antrian Pasien (Bagian 1)

Dalam kehidupan nyata, kita sering mengalami antrian, misalnya antri beli bensin atau antri mengambil uang tunai di ATM. Tapi yang paling menjengkelkan adalah antrian ketika kita sedang sakit. Kita datang ke dokter atau klinik, umumnya karena menderita sakit. Sedang menderita sakit kok masih disuruh menunggu? Lama pula😦

Pengalaman saya berobat di suatu klinik di Pati, menghabiskan waktu tiga jam, dari mulai pertama kali datang hingga keluar berobat. Ini bukan keadaan yang wajar. Bahkan bisa dibilang gila. Ingat, pasien harus menunggu selama tiga jam adalah hal yang keterlaluan.

Klinik ini membuka pendaftaran pasien yang datang langsung maupun melalui telepon. Dokter akan melayani pasien yang mendaftar (dan sudah datang) lebih dulu. Jika pasien mendaftar terakhir tapi datang pertama dan pada saat itu tidak ada pasien lainnya, maka pasien itu bisa jadi menjadi pasien pertama yang dilayani dokter.

Kerugian Bersama
Kalau ditelusuri lebih jauh, siapa sih yang senang menunggu? Pasien jelas tidak. Dokter juga tidak. Pengelola klinik juga tidak. Selama menunggu antrian yang lama, mungkin saja ada pasien yang membatalkan niatnya berobat. Mungkin pindah ke dokter lain. Mungkin memutuskan mengobati diri sendiri (dengan obat bebas). Pengelola klinik pun dirugikan. Selain harus menyediakan ruang besar untuk tempat menunggu, potensi kehilangan calon pasien akan semakin besar. Bagaimana jika pasien kapok datang kembali karena antrian terlalu menjengkelkan?

Penyebabnya?

  • Jumlah pasien >> jumlah dokter yang tersedia.
  • Kedatangan pasien tidak dapat diprediksi.

Mengapa jumlah dokter tidak ditambah?

  • Tidak ekonomis
  • Ruang praktek terbatas

Pertanyaan dari Pasien?

  • Berapa lama waktu yang wajar untuk menunggu?
  • Kapan pasien sebaiknya datang untuk mendapat layanan lebih cepat?

Bagaimana keluar dari permasalahan soal antrian?
Ha ha ha. Pernah dengar teori antrian atau queuing theory?

[Tulisan ini sengaja saya beri tambahan judul Bagian 1, karena mungkin saja saya akan melanjutkan pembahasan mengenai analisis antrian pasien ini dikemudian hari jika sudah ada ide… ha ha ha]

One thought on “Analisis Antrian Pasien (Bagian 1)

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s