Meruntuhkan kepercayaan

Ini pengalaman yang saya alami kemarin, 1 September 2015. Jam 12 siang, saya melakukan transfer via ATM dari ATM Bank Jateng ke BCA (rekening saya pribadi). Prosesnya agak lama. Batin saya, ini tidak seperti biasanya. Lalu muncul tulisan di layar monitor ATM “Terjadi kesalahan bla bla bla” (resi tidak keluar). Buru-buru saya cek saldo ATM Bank Jateng. Ternyata saldonya masih utuh. Pulang kerja (jam 16.00), saya menarik uang dari ATM Bank Jateng di tempat yang sama. Ternyata saldo saya sudah terpotong sebesar jumlah yang akan saya transfer siang tadi. Dari ATM Bank Jateng, saya ke ATM BCA untuk mengecek saldo. Ternyata saldonya belum bertambah. Wah, ada yang tidak beres nih dengan sistem ATM Bank Jateng.

Hari ini, saya akan ke Bank Jateng untuk menanyakan perihal ‘hilangnya’ uang saya di ATM Bank Jateng. Jumlahnya lumayan, 1 bulan gaji :-(
Mudah-mudahan uang saya kembali…

 

Update

  • 2 September 2015 Jam 08.10 wib saya melaporkan kronologis kejadian ke KCP Bank Jateng di RS Keluarga Sehat. Buku tabungan ditinggal di KCP karena sistem masih offline. Kalau sudah ada kejelasan, saya akan dihubungi via telepon line kantor.
  • 2 September jam 11.00 wib menurut penjelasan petugas di KCP Bank Jateng bahwa saldo Bank Jateng saya sudah terdebet sebesar jumlah yang saya transfer. Karena BCA saya tidak menerima transfer sepeserpun, maka saya disuruh mengisi formulir komplain oleh petugas Bank Jateng. Prosesnya sekitar 2 minggu. Buku tabungan yang baru (karena buku lama sudah penuh) baru bisa diambil besok (3 September 2015).

Ponsel Rusak

Sebetulnya saya ingin posting di blog ini, tapi tanpa foto-foto rasanya gimana gitu.

Sudah 1 minggu saya tidak pakai ponsel karena rusak. Ponsel saya ASUS Zenfone 5. Sebenarnya, secara fungsi semua normal 100%, hanya daya tahan batere hanya kuat 6 jam (dari 100% ke 0%) baik posisi nyala maupun mati. Ini payah sekali jadinya. Mungkin ada IC yang korslet. Penyebabnya, akibat dicolok ke port USB komputer kantor. Setelah itu lampu LED Zenfone 5 nyala terus-menerus, dan batere menjadi drop seketika. Ternyata bukan hanya ponsel saya yang menjadi korban keganasan port USB komputer kantor, tetapi ada 5 buah flashdisk teman yang ikut menjadi korbannya, tewas seketika. Padahal ada data-data penting di dalamnya. Tanpa backup pula. Sedih. Sampai ada yang menangis.

Saat ini, Zenfone 5 saya dibawa adik ke Semarang untuk diperbaiki. Kalo di Pati takut spare part belum tersedia. Sementara ini saya tidak menggunakan ponsel sama sekali. Sejauh ini tidak ada rasa kehilangan atau galau. Beda saya dengan ABG jaman sekarang yang serasa tidak dapat hidup tanpa ponsel. Lebay. Tapi ya itu tadi, mau posting blog nggak bisa karena nggak punya kamera (ponsel) untuk mengabadikan obyek yang hendak diposting.

Seandainya harus beli ponsel baru dibawah 2 juta rupiah, merek apa yang bagus kamera dan performanya? Saya menilai Xiaomi Redmi 2 (RAM 1 GB) pilihan terbaik, bagaimana pendapat Anda?

Nyepeda ke TPA Margorejo

Hari Minggu kemarin, jam 05.00 wib saya nyepeda ke TPA Margorejo, Pati. TPA Margorejo adalah tempat pembuangan sampah. Lho kok? Memang benar. Tempat pembuangan sampah berupa bak raksasa. Bila bak sampah sudah penuh, akan ditimbun tanah. Sebagian digunakan sebagai ruang publik. Jarak dari rumah 11 km, jadi total 22 km p.p.

Bak ukuran besar
Bak ukuran besar

Yang menarik dari TPA Margorejo adalah mini zoo. Salah satu koleksinya adalah rusa tutul. Ketika saya tiba di lokasi, belum jadwalnya pemberian makan, sehingga saya (sebagai pengunjung) tidak bisa memberi makan langsung ke rusa-rusa itu. Tapi lumayan lah, ketemu sama rusa-rusa :D

Di samping kandang rusa
Di samping kandang rusa
Maaf rusa, saya nggak punya daun-daunan buat kamu :D #RusaKorbanPHP
Maaf rusa, saya nggak punya daun-daunan buat kamu  #RusaKorbanPHP

Menyadari Kesalahan

Saya belum kapok gonta-ganti sadel sepeda demi mendapatkan posisi yang nyaman. Buat apa kita nyepeda kalau tersiksa. Iya nggak? Jadi kenyamanan itu wajib hukumnya :D

Upaya terbaru, saya membeli cover sadel seharga Rp 85 ribu. Sebelum dipasang, kelihatannya tebal dan empuk. Setelah dipasang di sadel Strummer dan dicoba test drive, tetap ada yang kurang sreg. Kayak kurang pas gitu deh. Tapi di sini saya menyadari kesalahan saya, yakni saya tidak mengatur ulang ketinggian sadel setelah dipasangi cover. Perbedaan ketinggian 1 cm untuk sadel pengaruhnya besar lho ke kenyamanan. Posisi sadel saya turunkan 2 cm. Tetap tidak nyaman :(

Dari kejadian di atas, saya kemudian teringat dengan Sadel OXO, dimana sadelnya langsung saya pasang dan coba jalan tanpa mengukur ulang ketinggian sadel yang disesuaikan dengan panjang inseam. Nah, maka saya mencoba kembali sadel OXO di sepeda Polygon Heist. Kali ini saya ukur ulang ketinggian sadel dengan metode inseam length. Hasilnya memuaskan, dan… saya putuskan menggunakan sadel OXO pada sepeda saya, tukeran dengan sadel sepeda lipat yang sekarang menggunakan sadel Strummer dan cover sadel :D

Sepeda Santai di Kecamatan Margorejo

Tanggal 10 Agustus 2015 kemarin, ada event sepeda santai yang berlokasi di lapangan kecamatan Margorejo, Kab. Pati. Acaranya hari Senin. Pesertanya (kayaknya) dari sekolah (pelajar) dan instansi di wilayah kecamatan Margorejo.

Saya dan tiga orang pegawai rumah sakit kebetulan ditugasi untuk ikut serta dalam acara ini. Saya janjian dengan dik Naning, perawat poliklinik. Kami janjian jam 06.00 wib di pos masuk RS Keluarga Sehat. Saya datang duluan. Jam 05.45 sudah nongkrong di pos. Dik Naning datang dengan sepeda Polygon Heist 2.0 miliknya jam 06.10 wib. Datang-datang langsung minta uang 2 ribu. Nggak bawa dompet katanya.  Hahaha

Ternyata mau buat nambah angin sepedanya :D Alasannya, sepeda sudah lama nggak dipakai dan agak kempes. Hihihi

“Dipompa sendiri aja. Ini aku bawa pompa”. (Sambil saya mengeluarkan mini pump dari tas ransel sepeda)

“Nah, ini baru balaku (temanku –red)”, katanya

Yah, beginilah bedanya sepeda cowok dan cewek. Yang cowok rata-rata rajin melakukan perawatan terhadap sepedanya.  Kalau sepeda cewek? Ah, sudahlah… :D *Bila sama sepeda saja perhatian banget, apalagi sama kamu :D

“Ini berapa harganya?”, tanyanya sambil menunjuk mini pump.

“Seratus ribu”  *Heran deh, kenapa cewek ini seneng nanya harga ya? Dulu kacamata Oakley abal-abal saya juga ditanyain harganya* :D

Setelah ban sepedanya saya pompakan, selanjutnya, kita menuju titik kumpul di lapangan Margorejo. Di sana, panggung baru disiapkan.

Saya dan dik Naning
Saya dan dik Naning
Mas Teddy, Pak Wid dan dik Naning
Mas Teddy, Pak Wid dan dik Naning
Tenda tim medis RS Keluarga Sehat
Tenda tim medis RS Keluarga Sehat

Pesertanya kira-kira 400 orang. Mayoritas pelajar SMP 1 Margorejo.

Mayoritas pelajar SMP 1 Margorejo
Mayoritas pelajar SMP 1 Margorejo

Berangkat dari garis start jam 7 lewat dikit. Rute yang ditempuh sejauh 10 km. Kurang lebih 50 menit. Yang nggak biasa nyepeda, rontok di jalan. Terutama saat di tanjakan. Sepeda fixed gear macam jengki atau onthel memang bukan buat naik turun tanjakan, tapi tetap ada yang bisa melewatinya. Sing wis kulino mancal pit ya ngono :D Di tengah perjalanan gowes, dibagikan kupon doorprize.

Setelah tiba di garis finish, peserta diberi jajan pasar semacam telo, gembili, dan apalah-apalah :D Asli, saya nggak ngerti jajanan ndeso macam itu, taunya ya cuma telo (ubi). he he he. Minumnya air mineral gelas plastik.

Rejekinya anak shalehah
Rejekinya anak shalehah
Gue suka gaya loe... *jepretan saya*
Gue suka gaya loe… *jepretan saya*

Dik Naning dapat doorprize TV merek Niko 21 inch. Cah wedok ini hoki terus. Dulu di eventNyepeda Bareng Polisi” dia dapat sepeda motor. “Rejeki anak sholehah“, katanya :D

 

Bike to work perdana

Akhirnya, terwujud juga b2w, bertepatan dengan hari jadi ke-692 Kabupaten Pati.

image

Berangkat dari rumah jam 06.20 wib berbarengan dengan anak saya yang duduk di kelas 4 SD. Dia nyepeda juga, bike to school :D

Saya nggak langsung ke tempat kerja, tapi masuk warung dulu buat ngeteh :D

Habis parkir, langsung menuju toilet buat mandi dan ganti baju seragam. Nyepeda bikin badan keringatan, om! :D

Review: Sadel Gendut “Oxo”

Permasalahan yang sering dihadapi goweser adalah tangan kesemutan dan bokong panas. Ketika nyepeda, bobot goweser terbagi tiga tumpuan: tangan memegang handlebar, kaki di pedal dan bokong di sadel. Sadel yang pas, mampu menopang sebagian besar bobot goweser, sehingga tangan tidak terbebani secara berlebihan.

Sebelumnya, saya memakai sadel Polygon yang tipis. Tidak nyaman. Ganti dengan sadel Velo gel yang berlubang tengahnya. Malah kesemutan di daerah alat vital :(

Ganti lagi dengan sadel Strummer yang sporty. Cocok di bokong, tapi tangan masih suka kesemutan. Usaha keempat, pasang sadel gendut merek Oxo.

image

image

Hasil tes, empuknya terasa nyaman. Kesemutan di tangan hampir tidak terjadi. Ini artinya bobot tubuh ditopang di sadel dengan sempurna. Sayangnya, ukuran sadel Oxo terlalu lebar, sehingga ketika kaki mengayuh pedal, paha saya menggesek sisi sadel. Akibatnya posisi duduk sering bergeser maju, dan karenanya saya harus sering membetulkan letak duduk. Ini menjadi tidak nyaman karena terjadi berulang-ulang.

Akhirnya, saya putuskan memakai lagi sadel Strummer yang bentuknya aduhai :D  Sadel Oxo saya pasang di sepeda lipat putri saya. Senang dia :D