Feeds:
Pos
Komentar

Setelah 3 hari absen bersepeda sore karena bentrok dengan acara buka bersama, maka Minggu sore saya kembali bersepeda. Rutenya: Gembleb – Stadion Joyokusumo – Nadira Regency – Perum Rondole – Winong – Gembleb.

Siap gowes

Siap gowes

Lengkap

Lengkap!

Berangkat jam 17.05 wib. Saya buka puasa di taman perumahan Winong. Minum Minute Maid Pulpy Orange yang sudah disiapkan dari rumah :) Sembari minum, saya mengganti lensa kacamata dari lensa pelangi ke lensa kuning supaya penglihatan sore/malam menjadi lebih jelas :D

Total perjalanan adalah 12 km, dengan waktu tempuh 45 menit (dengan istirahat buka puasa).

Mungkin saya yang belum tahu. Sejauh yang saya tahu, di Pati belum ada komunitas sepeda yang memasyarakat. Padahal penggemar sepeda cukup banyak. Yang sering terlihat adalah penggemar sepeda perorangan atau kelompok-kelompok kecil, yang terdiri dari para om-om atau apalah-apalah :D

Untuk mempererat rasa persaudaraan para goweser (lelaki) dan gowesist (peyempuan) di Pati, maka saya mencoba mencetuskan “Pati Cycling Brotherhood” alias “Persaudaraan Goweser/Gowesist di wilayah Pati“.

PATI CYCLING BROOTHERHOODIdenya sendiri muncul saat saya ingin sepedaan ke tempat tertentu, tentu lebih asyik bila ada teman sesama goweser/gowesist. Nah, saya merasa kesulitan mencari teman perjalanan. Saya berharap sesama goweser/gowesist memiliki keterikatan karena memiliki hobby yang sama, yakni bersepeda.

Caranya bagaimana?

  1. Kenal atau tidak, bila berpapasan di jalan, cobalah saling menyapa, melambaikan tangan, atau minimal membunyikan bel “ting-ting“. Rasanya asyik looo…
  2. Bila bertemu goweser/gowesist di pinggir jalan yang terlihat kesusahan atau sedang mengalami musibah (misalnya ban kempes), cobalah menghampiri untuk menanyakan apakah ada yang dapat dibantu. Syukur-syukur Anda memiliki peralatan yang tepat (seperti pompa, atau kunci L, misalnya) yang dapat menolong goweser/gowesist tsb.

Apa keuntungannya? Anda memiliki kawan-kawan baru dengan hobby yang sama, dan ini sangat menyenangkan…

Salam gowes…

Saya berencana melakukan perjalanan jarak sedang dengan sepeda menuju waduk Gembong yang saya beri nama “Tour de Gembong“. Insya Allah pelaksanaannya pada hari Sabtu, tanggal 11 Juli 2015 jam 16.00. Bila meleset, rencana kedua pada hari Kamis, 16 Juli 2015 selepas jam kerja (jam 16.00).

Apabila berangkat langsung dari rumah ke waduk Gembong, perjalanannya sekitar 13 km dengan kontur menanjak. Letak waduk rata-rata agak tinggi karena fungsinya untuk pengairan sawah-sawah yang letaknya di dataran yang lebih rendah. Apabila berangkat berdua dengan teman saya, berarti saya harus menyusul ke tempat teman saya lebih dulu dan ini menambah jarak tempuh. Mungkin sekitar 20 km dari rumah ke tempat teman dulu, baru ke Waduk Gembong.

Rute dari RS Keluarga Sehat ke Waduk Gembong

Rute dari RS Keluarga Sehat ke Waduk Gembong

 

Biasanya, saya berangkat kerja dengan sepeda motor. Sekalian mboncengin anak saya berangkat sekolah. Bulan puasa ini dia libur. Kesempatan buat saya mencoba bike to work. Jarak tempuh sekitar 7 km. Bila pulang pergi 14 km. Beberapa perlengkapan (akan) saya siapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, yakni:

  1. Lampu senter depan sepeda
  2. Lampu merah kelip-kelip di belakang sepeda
  3. Speedometer
  4. Sepatu sepeda
  5. Jersey sepeda
  6. Celana sepeda
  7. Helm sepeda
  8. Chain connector (sambungan rantai)
  9. Pemutus rantai
  10. Pompa ban
  11. Tuas cungkil ban
  12. Ban dalam cadangan
  13. Multi tools
  14. Bel sepeda
  15. Kacamata sepeda
  16. Gembok sepeda
  17. Botol minum  *hadaah… ini buat apaan coba?!? saya kan puasa… :)
  18. Jas hujan plastik sekali pakai (biar ringkas)
  19. Ransel kecil untuk menampung tools di atas

Handuk, baju seragam, sabun dll akan saya bawa lebih dulu dan ditinggal di tempat kerja. Dan terakhir… persiapan  mental :D

 

Mejeng di depan backdrop sebelum acara dimulai

Mejeng di depan backdrop sebelum acara dimulai

Peserta 3500-4000 orang, uyel-uyelan jadi nggak bisa lari :)

Peserta 3500-4000 orang, uyel-uyelan jadi nggak bisa lari :)

Mandi warna!

Mandi warna!

Lanjut Baca »

Cara lain yang dipercaya lebih presisi adalah metode inseam lenght (lihat gambar).

Inseam Lenght (diukur menggunakan alas kaki yang dipakai bersepeda)

Inseam Lenght (diukur menggunakan alas kaki yang dipakai bersepeda)

Ketinggian sadel diatur sesuai dengan salah satu dari 2 rumus di bawah ini:

Gunakan salah satu rumus ini

Gunakan salah satu rumus ini

Cara di atas ini dipercaya lebih akurat mendapatkan ketinggian sadel yang optimal.

Setelan ketinggian sadel sepeda berguna agar energi dan tenaga goweser efisien saat mengayuh sepeda. Ketinggian sadel yang tidak tepat berisiko menimbukan cedera atau ketidaknyamanan saat mengayuh.

Metode yang paling sederhana dan cepat adalah metode tumit

Metode Tumit

Metode Tumit

 

Langkah-langkahnya:

  1. Gunakan sepatu yang biasa dipakai bersepeda (jangan kaki telanjang)
  2. Dalam posisi duduk di sadel, posisikan kaki segaris sejajar dengan tabung kursi dari frame sepeda
  3. Posisi tumit pusat langsung melalui pusat poros pedal
  4. Pastikan bahwa pengendara sepeda tidak miring di pinggang untuk mencapai pedal
  5. Sesuaikan tinggi tempat duduk atas atau ke bawah sampai kaki sepenuhnya lurus.

Cara di atas merupakan cara paling cepat (dan mudah) untuk memperoleh ketinggian sadel sepeda yang pas.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.