Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kuliner’ Category

Walau tulisan ini agak terlambat disajikan, tapi tak apalah, karena masih relevan untuk dinikmati… *maksudnya?!?* :-)

Ceritanya, saat memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan silam, teman-teman mendadak dangdut bikin jadwal buka puasa bersama. Semula direncanakan bukber di SS (Special Sambal), tapi ternyata sudah fully booked hingga malam takbiran :-(  Cari alternatif lain. Untung, kita dapat satu tempat makan yang baru soft opening. Dan untungnya lagi *double untung* :-) , belum banyak orang yang tau tentang rumah makan ini. Jadi deh kita booking tempat di Omah Cabe. Dapet tempat!!

Ini dia foto-fotonya…

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Yang saya heran kok pake nama "Cabe" dan bukan "Lombok"

Cabenya tidak sedasyat namanya…

Sesaat setelah bedug maghrib

Sesaat setelah bedug maghrib… santaap!!!

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

 

Read Full Post »

Dari Cimory, kami mampir Umbul Sidomukti. Sudah lama pengen mampir ke Pondok Kopi-nya. Akhirnya kesampaian juga :mrgreen:

akhirnya...

akhirnya…

pondok kopi

pondok kopi

Kopi hitam dan pisang bakar. Asyik...

Kopi hitam dan pisang bakar. Asyik…

cimory59

cimory54

meja di luar asyik banget pemandangannya, tapi bila terik ya agak panas he he he...

meja di luar asyik banget pemandangannya, tapi bila terik ya agak panas he he he…

goa tirta mulya

goa tirta mulya (tutup)

jalan pulang

pulang

Read Full Post »

Empek-empek ala Pati

Di Pati memang banyak tukang pempek, tapi wujud dan rasanya beda banget dengan pempek asli Palembang. Makanya ada yang dengan sadar menulis tambahan “ala Pati” karena pempek aslinya memang dari Palembang (harusnya memang demikian biar pembeli tidak kecele). Di gerobak, ada yang menulis “Empek-empek ala Pati”. Isinya gorengan, seperti bala-bala (pia-pia alias bakwan sayuran), irisan cabai, irisan lumpia isi mie putih, dan kuahnya berasa bumbu kacang sedikit dan saos sambal :mrgreen:

CYMERA_20130620_183528

Harganya, seporsi isi 3 jenis gorengan Rp 5 ribu… mahal! :-(

Read Full Post »

Murah

Sehabis jalan-jalan ke waduk, kami mampir membeli gudeg yang warungnya berada di dalam perumahan kami. Harganya “cuma” 5 ribu (tanpa nasi). Ternyata kali ini gudegnya pakai ayam. Biasanya pakai telur. Wow, kok murah banget ya? *Yang beli kaget beneran tapi diem-diem menjaga perasaan biar gak ketahuan sama si empunya warung :mrgreen:

IMG_5777

Jadi inget komentar teman saya (tinggal di Pati). Dia cerita ke adiknya di Jakarta, bahwa hidup di Pati itu murah, uang rasanya gak habis-habis. Gubraakk!!! Ya iyalah, lha wong dia dokter spesialis jee… yang penghasilannya sekitar 50 juta per bulan :mrgreen:

Read Full Post »

Tahun baru 2013, kami rayakan bersama keluarga dengan makan-makan. Ceritanya, kami yang di Pati, bersama-sama keluarga di Semarang, akan pergi makan bersama di luar. Tempatnya di Resto Tanjung Laut, PRPP Semarang. Berhubung kami belum pernah ke sana dan petunjuk arahnya tidak ada, kami sempat nyasar :mrgreen:

Kami terpisah dalam 3 rombongan, dan kami satu-satunya rombongan dari Pati. Selain Tanjung Laut, ada resto lain yang berdekatan, yakni Kampung Laut dan Tepi Laut. Dalam kasus ini, kami nyasar ke Resto Tepi Laut :mrgreen:

Petunjuk jalan yang minim

Petunjuk jalan yang minim

Maklum, petunjuk jalan hanya ada 2, yang ke kiri menuju Tepi Laut, yang ke kanan ke Kampung Laut. Sedangkan Tanjung Laut tidak ada petunjuknya. Haddeeeew….

Mari kita sama-sama menyimak foto-foto resto Tanjung Laut… yuuuuk…!

(lebih…)

Read Full Post »

Nasi Pincuk Dapoer Emak

Ada tempat makan baru di Pati, namanya Dapoer Emak. Satu menu yang sangat unik adalah nasi pincuk dapoer emak. Pincuk adalah daun pisang yang dilipat sedemikian rupa sehingga berfungsi bak piring. Pincuk ini diletakkan di atas anyaman bambu. Sangat unik. Bentuknya mirip ikrak (cikrak dalam bahasa Jawa) atau pengki.

IMG_4502

Read Full Post »

Sate Hiu

Beberapa hari lalu, kami pergi makan siang di salah satu tempat makan di Pati. Kami mencoba menu-menu baru yang ada di tempat makan tsb. Kali ini kami memesan sate hiu dan nasi pelangi.

Putri saya memesan nasi pelangi yang harga seporsinya bervariasi mulai Rp 8.000,- hingga Rp 17.000,- Kali ini yang kami pesan ini adalah yang harganya Rp 8.000,-

Istri saya memesan steak ayam crispy.

Saya sendiri memesan sate hiu. Seporsi sate hiu harganya Rp 18.000,- Isinya 5 tusuk. Rasanya mirip ikan laut kebanyakan, dagingnya tebal, empuk dan tanpa duri :mrgreen:

 

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.