Indahnya Indonesia

Beberapa waktu lalu, di media sosial ramai beredar foto yang memperlihatkan “kemesraan” seorang wanita berjilbab dan seorang suster (bisa dilihat di sini), saya pun punya foto sejenis. Yakni kolaborasi antar umat muslim dan tionghoa di Pati, tepatnya di klenteng Hok Tik Bio, Pati. Foto ini bagian dari acara Sunatan Massal Antar Iman  yang diselenggarakan oleh klenteng tsb sebagai bagian dari perayaan tahun baru Imlek.

Image00001

 

“Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” [Gus Dur]

 

Tukang Amatir

Kualitas air baku di rumah kami sangat buruk. Airnya mengandung kadar kapur dan zat besi yang cukup tinggi. Dinding kamar mandi meninggalkan bercak putih, dan air kran tercium bau besi. Kami tidak menggunakan air PAM, tetapi membuat sumur bor sendiri. Air sumur ini dipakai untuk mencuci dan mandi. Sedang untuk air minum kami memproduksi sendiri dengan bantuan mesin reverse osmosis. Air bakunya ya dari sumur ini juga.

Saat browsing internet, saya menemukan produk menarik yang dapat membantu mengurangi kadar kapur dan zat besi. Yakni dengan memasang filter yang berisi butiran pasir (greensand dan kation). Singkat cerita, saya membeli filter-filter tersebut, lengkap dengan housing dan bracket-nya. Sebelum digunakan, greensand dianjurkan digenerasi lebih dulu dengan cara merendamnya selama 4 jam dalam larutan PK (saya beli di apotek dekat rumah). Kation saya rendam dengan air garam sekitar 4 jam.

Hari minggu kemarin, saya mencoba memasangnya sendiri di loteng, tepatnya di sebelah tangki air (tandon). Filter-filter saya pasang sebelum air dari sumur bor masuk ke dalam tandon. Saya merancang ulang plumbing, yakni menginginkan tandon dapat dilepas dari pipa-pipanya agar mudah dibersihkan (dengan cara digulingkan).

Kation (kiri) dan Greensand (kanan)

Kation (kiri) dan Greensand (kanan)

Konstruksi plumbing

Konstruksi plumbing

 

Sekali-kali jadi tukang amatir. Kelihatannya mudah, nyatanya saya menghabiskan waktu seharian untuk memasangnya. Benar-benar melelahkan.  Esoknya, saya merasakan pegal-pegal di sekujur tubuh, ditambah lecet-lecet di tangan, yang mana tidak terasa pada saat pengerjaan. Begitu selesai, baru berasa sakitnya. Untungnya hasilnya baik, jadi kerja keras saya merancang ulang plumbing terbayar lunas. He he he.

Ganti Antena TV

Di tempat kami di kota Pati, untuk menangkap sinyal televisi, selain harus menggunakan antena yang bagus, tiangnya harus cukup  tinggi, dan juga harus ditambahkan booster sebagai penguat tangkapan sinyal. Empat tahun lalu saya  membeli antena PF-5000 beserta booster.

PF-5000

PF-5000

Saat itu kualitas siaran televisi lumayan memuaskan. Enam bulan yang lalu, antena PF-5000 mulai rontok karena getas. Elemen penangkap sinyal hilang tertiup angin. Sebagai gantinya saya bikin dari kawat nyamuk. Hasilnya tidak terlalu bagus. he he he.

Bikin elemen seadanya

Bikin elemen seadanya

Baru minggu kemarin saya sempat menggantinya dengan antena TV baru. Namanya wajanbolic, harganya Rp 140 ribu. Katanya, hasil tangkapan siaran TV wajanbolic bagus walau tanpa booster. Itu posisinya di mana dulu?  Biasalah iklan selalu melebih-lebihkan. Yang jual tinggal di Solo soalnya, nggak ngerti kondisi di Pati pastinya. Saya tidak pernah tahu bila tidak mencobanya, maka saya beli antena wajanbolic itu, siapa tahu hasilnya lebih bagus dari antena PF-5000. Siapa tahu?

Singkat cerita, antena tsb saya pasang. Hasilnya hitam putih dan bintik-bintik. Selidik punya selidik, ternyata inti kabel menyentuh kabel serabut. Wah, yang merakit nggak becus kerjanya. Akhirnya saya bongkar sendiri kabel-kabelnya dan saya pasang kembali di atas tiang setinggi 7-8 meter dari permukaan tanah.

wajanbolic

wajanbolic

Hasilnya? lumayan juga, walau ada 2 channel yang tangkapannya hancur lebur, yakni Trans 7 dan Trans TV. Yang paling bersih adalah RCTI. Kalau dibandingkan dengan antena PF-5000 kayanya masih lebih bagus antena PF-5000 deh. Tetangga kami sekarang rata-rata menggunakan parabola. Saya sendiri masih ragu-ragu, perlu upgrade juga gak ya? Baru saja ganti antena, masak langsung ganti lagi dengan parabola? Nanti dulu deh… Kata teman, bila tetangga pakai parabola, maka kualitas tangkapan sinyal TV yang masih menggunakan antena UHF biasa di sekitarnya akan menurun drastis. Sinyal tersedot atau semacamnya. Apa iya?

Cabe-cabean

Di loteng rumah kami terdapat dua buah pot yang kosong isinya. Ada tanahnya tapi tidak ada tanamannya. Daripada mubazir, pot itu saya tabur biji cabe. Pot yang pertama saya tabur biji cabe oranye, di sini disebutnya lombok setan, karena konon jenis cabe ini adalah rajanya pedas. Pot yang kedua saya tabur biji cabe merah keriting. Hanya saja saya menaburnya tidak dalam waktu yang bersamaan, tapi ada selang 1 bulan, sehingga tumbuhnya juga tidak sama.

Pot yang pertama tanamannya sudah mulai tinggi. Ini dia.

lombok setan

lombok setan

Mudah-mudahan saya bisa telaten merawatnya sampai panen :mrgreen:

IYKWIM

Ceritanya saya lagi nungguin anak pulang les di rumah gurunya. Saya nunggu di pos ronda kecil. Sore itu memang matahari bersinar tapi tidak terik karena hari sudah sore, sekitar pukul 16.45 WIB.

Lagi bengong-bengongnya, tiba-tiba korek api gas di saku celana kiri saya meledak. Seketika saya lihat dari celana hitam saya (bagian saku) keluar cairan dingin berwarna putih. Tidak lama hilang (menguap). Saya rogoh kantong celana, rupanya korek api gas sudah terbelah dua.

Untung celana saya tidak sobek.
Untung paha saya tidak lecet sedikitpun.
Untung ‘punya saya’ juga aman.  

IYKWIM

Terisolir (masih) beruntung

Seingat saya, sejak hari Senin tanggal 20 Januari 2014, kabupaten Pati mengalami musibah banjir. Yang semula 17 desa, bertambah 20 desa, terus 40 desa, dan info terakhir 50 desa. Akses jalan utama (pantura) menuju Kota Pati terputus oleh banjir.

Dari arah barat, yakni Kudus, tepatnya di sekitar lampu merah (bangjo) terminal Kudus, banjir mencapai 1,5 meter. Dari arah timur, yakni Juwana, jalan pantura juga tergenang banjir. Dari arah selatan, yakni Kayen dan Gabus, juga dilanda banjir parah. Praktis kota Pati lumpuh. Pasokan BBM terhenti, sementara stok semakin menipis. Sekalinya ada pasokan BBM, sekejap langsung habis diserbu pembeli. Harga sayur mayur juga merambat naik.

Dari pantauan teman-teman, harga cabai Rp 120 rb/kg, tomat Rp 15 rb/kg, telur ayam Rp 25 rb/kg dan premium eceran Rp 12,5-15 rb/liter [Harga per 25 Januari 2014].

Walau kota kami terisolir, tapi saya pribadi masih bersyukur karena rumah kami tidak kebanjiran. Bayangkan saudara-saudara kita di beberapa desa yang mengalami kebanjiran, dan terisolir pula. Kedinginan, kelaparan, susah BAB, dll. Sangat parah kan?

Mudah-mudahan banjir segera surut. Amiiin…

Berikut foto-foto kiriman teman-teman Twitter:

Rembang

Rembang

Terminal Kudus

Terminal Kudus

1390490067

Kayen

Kayen

Juwana

Juwana

Update: info terakhir yang kami peroleh dari siaran MetroTV, jumlah desa yang terendam banjir sejumlah 121 desa.