Feeds:
Pos
Komentar

Tarhima

Tarawih dan Silaturahmi Bersama

Bupati Pati, Bpk Haryanto, tiba di lokasi acara Tarhima

Bupati Pati, Bpk Haryanto, tiba di lokasi acara Tarhima

Bupati Pati (barisan depan, kedua dari kiri)

Bupati Pati (barisan depan, kedua dari kiri)

Shalat Tarawih berjamaah

Shalat Tarawih berjamaah

Tausiyah

Tausiyah

Teman-teman saya yang unyu-unyu hihihi

Teman-teman saya yang unyu-unyu hihihi

Ceritanya, saya mengajukan pembelian antena omni (merek TP-Link TL-ANT2415D) untuk keperluan internet di kantor. Setelah antenanya tersedia, ternyata tidak bisa dimanfaatkan karena tidak cocok dengan perangkat access point yang telah ada sebelumnya (merek TP Link WA-5210G). Jadilah saya mengajukan lagi pengadaan perangkat pemancar lagi yakni Ubiquity Bullet2HP.

Singkat cerita, perangkat ini saya setting di lantai 2 dan kemudian dipasang di lantai paling atas gedung. Biar jangkauanya luas, begitu…

Sial, notebook client bisa konek tapi tidak bisa internetan… Mau nggak mau harus naik lagi ke lantai 4 untuk setting ulang. Hik.. hik.. hik…

Topologi yang saya pakai adalah seperti di bawah ini:

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan

Jujur, perangkat Bullet2HP ini agak berbeda dengan produk-produk TP-Link, jadi masih belum paham :D

Cara paling cepat adalah trial and error. Setelah  2 jam-an ngoprek, akhirnya bisa juga konek internet lewar Bullet2HP ini. Langsung deh perangkat ini saya pasang lagi di lantai 4. Selesai? belum juga ternyata… :(  Walau bisa konek pakai notebook, tapi tetap berat dipakai browsing. Seringnya muncul tanda pentung :)

Nah, pas kebetulan tidak ada tanda pentung di sinyal, saya login ke AirOS. Saya ganti setting-nya. Yang semula pakai power maksimal, sekarang saya sesuaikan. Buat apa rakus-rakus powernya kalo nggak bisa internetan. He he he… Nah, setelah setting terakhir inilah baru didapat hasil yang lebih baik … Bisa Internetan!! Horrreeee…..

Ini dia setting Ubiquity Bullet2HP yang saya pakai… silahkan dicontoh :D

Menu Wireless

Menu Wireless

Menu Network

Menu Network

4 koneksi

[Jujur saya nggak tau setting yang lebih optimal, dan untuk nyoba-nyoba lagi udah males duluan... ngeri ah naik-naik tembok, kepeleset langsung UGD... eh...  ICU, eh... malah KUBURAN kali... hiiii...]

 

Gegara ngebet pakai LinuxMint, jadilah notebook tua punya saya —yang sudah berusia 5 tahun— diisi 2 sistem operasi: Windows 7 dan LinuxMint. Saya pakai LinuxMint 16. Apesnya, baru 2 hari menyesuaikan dengan LinuxMint, eh baru tau ada versi yang lebih baru, yakni versi 17. Langsung pengen ganti :)

Saya menghapus partisi Linux dengan aplikasi Computer Management bawaan Windows 7. Setelah booting, tampaknya LinuxMint sudah hilang, dan langsung masuk Windows 7. Iseng-iseng saya jalankan lagi Computer Management, dan saya hapus Volume yang sebelumnya ditempati Linux. Booting ulang… GRUB!! Wah… artinya tidak bisa masuk Windows 7 dan cara paling gampang buat saya adalah format ulang hard disk. Ini artinya data-data hilang semua.

Piye jal perasaanmu?!?

Aku ra popo!

Lha, wong sudah ada backup di komputer lain… he he he. Ya sudah… sekalian saja hard disk diformat ulang semua, dan diatur ukuran partisinya sesuai kebutuhan. Sekarang notebook saya masih dual OS: Windows 7 dan LinuxMint 17.

Oh iya, ada teman yang menyarankan Ubuntu 14.04 dan IGOS Nusantara. Keduanya sudah saya jajal, tetapi pilihan saya masih tetap pada LinuxMint :)  I stand on the right side! :D

Minggu pagi kami sudah merencanakan pergi ke Jepara, tepatnya ke Pantai Tirto Samudro, atau lebih populer dengan nama Pantai Bandengan :)

Niatnya berangkat dari rumah jam 05.30 WIB, apa daya anak-anak bangun siang semua. Alhasil berangkatnya mundur jam 06.45 dan tiba di Pantai Bandengan sekitar jam 09.00. Sudah panas :(

Well… ini kali pertama saya membawa si bungsu (2,5 tahun) ke laut. Tampaknya dia kurang nyaman dengan air laut, mungkin di kakinya ada luka terbuka akibat gatal, sehingga terasa perih kena air laut. Di sisi lain, tampaknya dia happy bermain pasir putih.

Karena berangkat pagi-pagi, kami tidak sempat sarapan di rumah, jadi sarapan sekalian di Pantai Bandengan. Kami “hanya” memesan 2 porsi nasi pecel, dan 1 porsi mie ayam, ditambah 3 gelas teh dan gorengan. Totalnya Rp 39 ribu.

Beli nasi pecel dan mie ayam

Beli nasi pecel dan mie ayam

Siangnya kami makan ikan bakar 6 ons + kerang rebus + nasi putih + 3 gelas es teh. Totalnya Rp 60 ribu.

Main pasir

Main pasir

Kayaknya tidak boleh bawa tikar sendiri, harus nyewa di tempat :)

Kayaknya tidak boleh bawa tikar sendiri, harus nyewa di tempat :)

Penyewaan ban dan rompi

Penyewaan ban dan rompi


 

Pantai berpasir putih

Pantai berpasir putih

Di dermaga bisa naik perahu menuju Pulau Panjang dengan membayar Rp 15 ribu

Di dermaga bisa naik perahu menuju Pulau Panjang dengan membayar Rp 15 ribu

Total biaya yang dikeluarkan selama di Pantai Bandengan:

  • Tiket masuk dihitung 3 orang (kami ber 5) Rp 15 ribu
  • Sewa tikar plastik Rp 10 ribu
  • Sarapan nasi pecel & mie ayam (untuk 3 orang) Rp 39 ribu
  • Sewa rompi renang di laut (1 orang) Rp 5 ribu
  • Naik kereta kelinci (2 orang) Rp 5 ribu
  • Makan siang ikan bakar & kerang rebus (5 orang) Rp 60 ribu
  • Es degan 2 butir kelapa Rp 24 ribu

Sangat terjangkau lah… :D

Catatan: Foto-foto di atas diambil dari ponsel Smartfren Andromax-i. Sangat buruk kualitasnya :(

 

Sudah lama nggak update blog ini… sampe jamuran he he he…

Salah satu penyebab utamanya karena kamera pocket milik saya sudah dijual. Ha ha ha. Laku Rp 400 ribu. Lumayan untuk sebuah kamera saku 8 MP yang sudah saya pakai 5 tahun. Nggak ada lagi kamera, nggak ada lagi foto-foto. Sedih memang. Saya sedang mencari kamera pocket yang bagus. Saya tidak memilih DSLR karena tidak praktis, dan sudah bosan. he he he. Di tempat kerja memakai DSLR, untuk pribadi lebih suka kamera pocket saja.

Saya (maunya) memiliki salah satu dari kamera-kamera ini (sesuai ranking):

  1. Panasonic Lumix ZS25
  2. Panasonic Lumix TZ35
  3. Panasonic Lumix TZ25
  4. Sony Cyber-shot WX50
  5. Sony Cyber-shot DSC-W830

Mudah-mudahan ketemu toko yang jual di Semarang :D

 

Beberapa waktu lalu, di media sosial ramai beredar foto yang memperlihatkan “kemesraan” seorang wanita berjilbab dan seorang suster (bisa dilihat di sini), saya pun punya foto sejenis. Yakni kolaborasi antar umat muslim dan tionghoa di Pati, tepatnya di klenteng Hok Tik Bio, Pati. Foto ini bagian dari acara Sunatan Massal Antar Iman  yang diselenggarakan oleh klenteng tsb sebagai bagian dari perayaan tahun baru Imlek.

Image00001

 

“Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” [Gus Dur]

 

Hari ini (Minggu, 2 Maret 2014) di alun-alun Pati ada zona CFD (Car Free Day). Ada apa saja di sana? Yuk kita simak…

Ada penyewaan roller-blade

CFD00001

Ada banyak sepeda

CFD00002

Ada komunitas skateboard

CFD00003

Ada aksi-aksi maut…

CFD00005 Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.