Feeds:
Pos
Komentar

Untuk post perdana, nggak perlu panjang-panjang nulisnya karena sejatinya kurang nyaman :D  *oops

Langsung aja lampirin foto ada deh… :)

image

Sejujurnya saya beberapa kali jengkel dengan fitur auto correct di ponsel saya ini (Zenfone 5). Tapi bila fiturnya dimatikan kok eman juga :D *piye leh?

Air terjun Santi terletak di Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah.

Air Terjun Santi terdiri dari atas dua air terjun yang terpisah.  Yang pertama terdapat di bagian bawah, tepat di sisi sebuah sungai kecil dengan aliran sungai yang dipenuhi batu-batu beraneka ukuran dengan kedalaman air yang tidak terlalu dalam.. Air terjun ini oleh masyarakat disebut sebagai “Tretes”. Di sini setiap hari Minggu atau hari libur tempat ini akan selalu penuh oleh muda-mudi yang menghabiskan waktu di sekitar air terjun.

Sedangkan yang kedua oleh masyarakat sekitar di sebut dengan “Jenar”. Air terjun Jenar ini justru lebih besar dan tinggi ketimbang Air Terjun Tretes. Letak air terjun ini berada sekitar 500 m di atas Air Terjun Tretes.

Kedua air terjun ini berada
di tebing sungai di lereng Gunung Muria bagian timur, dan tersembunyi di rimbunnya perkebunan pohon kopi milik warga.
[Sumber: https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-tengah/air-terjun-santi---ati]

Tanggal 17 Agustus 2014, saya bersama teman-teman ‘blusukan’ ke air terjun Tretes. Kami menamakan kelompok kami ini sebagai “Ekspedisi Alam Liar”. Sebelum ke air terjun, kami singgah dulu di hutan Pinus di wilayah Tlogowungu juga.

Hutan pinus

Merambah hutan pinus dengan motor matik *he he he*

Dari hutan pinus, barulah kami menuju ke tempat tujuan sebenarnya, yakni air terjun Santi (Tretes). Perjalanannya lumayan menyenangkan :-D

Jalan setapak menuju air (motor dititipkan di rumah penduduk)

Jalan setapak menuju air (motor dititipkan di rumah penduduk)

Nyebrang sungai... yang salah kostum pada lepas sepatu :-D

Nyebrang sungai… yang salah kostum pada lepas sepatu :D

Eksis dulu ah... :D

Eksis dulu ah… :D

Air terjun Santi alias Tretes... dinginya mantabh!

Air terjun Santi alias Tretes… dinginnya mantabh!

Foto bersama teman-teman (yg moto pengunjung lain)

Foto bersama teman-teman

Duh... bahagianya yang bisa mandi air terjun :D

Duh… bahagianya yang bisa mandi air terjun, sampe chibi-chibi segala :D

Perjalanan pulang...

Perjalanan pulang…

Untuk ekspedisi alam liar berikutnya, ada usulan ke air terjun songgolangit (https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-tengah/air-terjun-songgolangit—jepara). Tapi kok jauh yak?!? Mudah-mudahan ada donatur… :D

 

 

Walau tulisan ini agak terlambat disajikan, tapi tak apalah, karena masih relevan untuk dinikmati… *maksudnya?!?* :-)

Ceritanya, saat memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan silam, teman-teman mendadak dangdut bikin jadwal buka puasa bersama. Semula direncanakan bukber di SS (Special Sambal), tapi ternyata sudah fully booked hingga malam takbiran :-(  Cari alternatif lain. Untung, kita dapat satu tempat makan yang baru soft opening. Dan untungnya lagi *double untung* :-) , belum banyak orang yang tau tentang rumah makan ini. Jadi deh kita booking tempat di Omah Cabe. Dapet tempat!!

Ini dia foto-fotonya…

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Menunya standar, cenderung lebih sedikit variasi dibanding SS

Yang saya heran kok pake nama "Cabe" dan bukan "Lombok"

Cabenya tidak sedasyat namanya…

Sesaat setelah bedug maghrib

Sesaat setelah bedug maghrib… santaap!!!

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

Pengunjung lain sudah pada pulang, lho yang ini kok masih pada betah?

 

Tarhima

Tarawih dan Silaturahmi Bersama

Bupati Pati, Bpk Haryanto, tiba di lokasi acara Tarhima

Bupati Pati, Bpk Haryanto, tiba di lokasi acara Tarhima

Bupati Pati (barisan depan, kedua dari kiri)

Bupati Pati (barisan depan, kedua dari kiri)

Shalat Tarawih berjamaah

Shalat Tarawih berjamaah

Tausiyah

Tausiyah

Teman-teman saya yang unyu-unyu hihihi

Teman-teman saya yang unyu-unyu hihihi

Ceritanya, saya mengajukan pembelian antena omni (merek TP-Link TL-ANT2415D) untuk keperluan internet di kantor. Setelah antenanya tersedia, ternyata tidak bisa dimanfaatkan karena tidak cocok dengan perangkat access point yang telah ada sebelumnya (merek TP Link WA-5210G). Jadilah saya mengajukan lagi pengadaan perangkat pemancar lagi yakni Ubiquity Bullet2HP.

Singkat cerita, perangkat ini saya setting di lantai 2 dan kemudian dipasang di lantai paling atas gedung. Biar jangkauanya luas, begitu…

Sial, notebook client bisa konek tapi tidak bisa internetan… Mau nggak mau harus naik lagi ke lantai 4 untuk setting ulang. Hik.. hik.. hik…

Topologi yang saya pakai adalah seperti di bawah ini:

Topologi Jaringan

Topologi Jaringan

Jujur, perangkat Bullet2HP ini agak berbeda dengan produk-produk TP-Link, jadi masih belum paham :D

Cara paling cepat adalah trial and error. Setelah  2 jam-an ngoprek, akhirnya bisa juga konek internet lewar Bullet2HP ini. Langsung deh perangkat ini saya pasang lagi di lantai 4. Selesai? belum juga ternyata… :(  Walau bisa konek pakai notebook, tapi tetap berat dipakai browsing. Seringnya muncul tanda pentung :)

Nah, pas kebetulan tidak ada tanda pentung di sinyal, saya login ke AirOS. Saya ganti setting-nya. Yang semula pakai power maksimal, sekarang saya sesuaikan. Buat apa rakus-rakus powernya kalo nggak bisa internetan. He he he… Nah, setelah setting terakhir inilah baru didapat hasil yang lebih baik … Bisa Internetan!! Horrreeee…..

Ini dia setting Ubiquity Bullet2HP yang saya pakai… silahkan dicontoh :D

Menu Wireless

Menu Wireless

Menu Network

Menu Network

4 koneksi

[Jujur saya nggak tau setting yang lebih optimal, dan untuk nyoba-nyoba lagi udah males duluan... ngeri ah naik-naik tembok, kepeleset langsung UGD... eh...  ICU, eh... malah KUBURAN kali... hiiii...]

 

Gegara ngebet pakai LinuxMint, jadilah notebook tua punya saya —yang sudah berusia 5 tahun— diisi 2 sistem operasi: Windows 7 dan LinuxMint. Saya pakai LinuxMint 16. Apesnya, baru 2 hari menyesuaikan dengan LinuxMint, eh baru tau ada versi yang lebih baru, yakni versi 17. Langsung pengen ganti :)

Saya menghapus partisi Linux dengan aplikasi Computer Management bawaan Windows 7. Setelah booting, tampaknya LinuxMint sudah hilang, dan langsung masuk Windows 7. Iseng-iseng saya jalankan lagi Computer Management, dan saya hapus Volume yang sebelumnya ditempati Linux. Booting ulang… GRUB!! Wah… artinya tidak bisa masuk Windows 7 dan cara paling gampang buat saya adalah format ulang hard disk. Ini artinya data-data hilang semua.

Piye jal perasaanmu?!?

Aku ra popo!

Lha, wong sudah ada backup di komputer lain… he he he. Ya sudah… sekalian saja hard disk diformat ulang semua, dan diatur ukuran partisinya sesuai kebutuhan. Sekarang notebook saya masih dual OS: Windows 7 dan LinuxMint 17.

Oh iya, ada teman yang menyarankan Ubuntu 14.04 dan IGOS Nusantara. Keduanya sudah saya jajal, tetapi pilihan saya masih tetap pada LinuxMint :)  I stand on the right side! :D

Minggu pagi kami sudah merencanakan pergi ke Jepara, tepatnya ke Pantai Tirto Samudro, atau lebih populer dengan nama Pantai Bandengan :)

Niatnya berangkat dari rumah jam 05.30 WIB, apa daya anak-anak bangun siang semua. Alhasil berangkatnya mundur jam 06.45 dan tiba di Pantai Bandengan sekitar jam 09.00. Sudah panas :(

Well… ini kali pertama saya membawa si bungsu (2,5 tahun) ke laut. Tampaknya dia kurang nyaman dengan air laut, mungkin di kakinya ada luka terbuka akibat gatal, sehingga terasa perih kena air laut. Di sisi lain, tampaknya dia happy bermain pasir putih.

Karena berangkat pagi-pagi, kami tidak sempat sarapan di rumah, jadi sarapan sekalian di Pantai Bandengan. Kami “hanya” memesan 2 porsi nasi pecel, dan 1 porsi mie ayam, ditambah 3 gelas teh dan gorengan. Totalnya Rp 39 ribu.

Beli nasi pecel dan mie ayam

Beli nasi pecel dan mie ayam

Siangnya kami makan ikan bakar 6 ons + kerang rebus + nasi putih + 3 gelas es teh. Totalnya Rp 60 ribu.

Main pasir

Main pasir

Kayaknya tidak boleh bawa tikar sendiri, harus nyewa di tempat :)

Kayaknya tidak boleh bawa tikar sendiri, harus nyewa di tempat :)

Penyewaan ban dan rompi

Penyewaan ban dan rompi


 

Pantai berpasir putih

Pantai berpasir putih

Di dermaga bisa naik perahu menuju Pulau Panjang dengan membayar Rp 15 ribu

Di dermaga bisa naik perahu menuju Pulau Panjang dengan membayar Rp 15 ribu

Total biaya yang dikeluarkan selama di Pantai Bandengan:

  • Tiket masuk dihitung 3 orang (kami ber 5) Rp 15 ribu
  • Sewa tikar plastik Rp 10 ribu
  • Sarapan nasi pecel & mie ayam (untuk 3 orang) Rp 39 ribu
  • Sewa rompi renang di laut (1 orang) Rp 5 ribu
  • Naik kereta kelinci (2 orang) Rp 5 ribu
  • Makan siang ikan bakar & kerang rebus (5 orang) Rp 60 ribu
  • Es degan 2 butir kelapa Rp 24 ribu

Sangat terjangkau lah… :D

Catatan: Foto-foto di atas diambil dari ponsel Smartfren Andromax-i. Sangat buruk kualitasnya :(

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.